H Acep Al Azhari: Bagaimana Macet Bisa Kita Jadikan Sebagai Destinasi Wisata

Depok,reportaseindonesia.id | Demi menciptakan masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera H. Acep bersama Ari Chandra Kurniawan dari Gerakan Sadar Kaya (Gersaka) menggelar acara Talkshow di D’Mall. Sabtu (12/10/2019)

Dengan mengambil tema, “Membangun narasi perang terbuka terhadap kemiskinan melalui forum ekonomi berjamaah” kegiatan ini diikuti dari berbagai kalangan.

Ditemui seusai talkshow H. Acep Al Azhari menyampaikan, Berdasarkan angka yang saya dapat dari BPS ya di tahun 2017-2018 setiap tahunnya Depok itu mengalami peningkatan jumlah jiwa yang miskin hampir rata-rata 2.000 yang naik dan angka terakhir itu ada diangka di 52.334 kalau di persentase kan itu sekitar 2, 34% dari jumlah penduduk, rata-rata setiap tahun

“Kenapa itu terjadi, karena personal karena memang orang itu tidak berkembang, Tadi udah dikasih gimana bisa menjadi kaya lepas dari kemiskinan akan seperti itu yang kedua bisa dipengaruhi oleh Depok itu menjadi kota yang diminati oleh orang tinggal di sini semakin banyak semakin tinggi tingkat pendapatan di Kota Depok dan mereka yang datang rata-rata mereka yang sudah punya penghasilan,”ujar H. Acep

Dirinya juga menambahkan, pengaruh ini akan semakin tinggi yang datang semakin banyak ini yang ini belum bergerak Ini masih dicarikan solusi salah satunya adalah seperti hari ini kita mau menyampaikan sebuah edukasi

“Jadi kesejahteraan yang ingin kita ciptakan di Kota Depok itu kalau banyak orang yang terlibat itu akan semakin mudah. Tidak hanya bergantung kepada pemerintah apalagi menyalahkan pemerintah,”imbuhnya

Sebetulnya kalau kita lihat Depok itu kan sektor yang lagi booming itu sektor kuliner dan kemudian fashion dan kemudian jasa seperti apa bentuknya.

Terkait apa yang saya sampaikan mengenai bagaimana macet bisa dijadikan destinasi wisata, bisa nikmati makanan, kopi, ini merupakan satu gagasan ya karena memang tadi kita tidak boleh berpikir miskin, karena mau main set begitu kan kita enggak bisa berpikir repot yang dapat ditekan, macet itu kita jadikan sebuah hal yang positif seperti di Malioboro gitu kan di saat lancar nggak mau cepet-cepet kerena mau menikmati suatu

BACA JUGA :   Publikasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bogor

Depok pun demikian bagaimana kita ambil contoh ada titik kemacetan yang parah itu kan itu kita jadikan sebuah karya area wisata, misalkan kita carikanlah sumber disaat macet mau minum kopi segelas di samping kiri kanan perjarak itu ada tampilan musik-musik lokal ada tari topeng, Ada pertunjukan apa per 2 kilo jadi orang itu di sana akan dapat musik Reog, di sana dapat tarian Topeng dengan demikian ini banyak kan saya pikiran saya nanti orang akan mencari kemacetan itu sendiri bukan masalah yang nggak perlu dibuat pusing seperti Jakarta macet masalahnya bukan banjir masalahnya, tapi hal yang lain.”pungkasnya

Ditempat yang sama Ari Chandra Kurniawan selaku Presiden Geskara mengatakan, ketika nanti pendatang-pendatang ini datang dan menjadi hidup bersama di lingkungan Depok kita sebagai warga Depok harus siapkan sesuatu untuk bisa menampung apa peluang itu dan jadi roda perekonomian baru terbaru.

“Misalnya depan pintu tol nanti itu kan bisa muncul foodcourtnya kah atau apanya, jadi ketika saya masuk ke daerah Sawangan kemarin beberapa hari lalu saya bilang kok ini suasananya diri seperti Kota Bandung dan kiri karena jadi banyak factory outlet banyak wisata kuliner kemudian kalau karakternya Depok ini unik dia rata-rata membangun dari pusat kota baru ke samping ini Depok dari pinggir dulu karena tadi kata saya bilang ketiban berkahnya,”ucapnya

Jakarta,Margonda ke sini yang sangat hidup tapi jangan lupa kita masih punya wilayah lain yang yang jelas sangat perlu sentuhan ekonomi baru makanya saya lebih tertarik Ketika, tadi kalau kitaberdasarkan wilayah 1 Kelurahan ini harus betul-betul dieksplorasi besar-besaran potensinya, jangan sampai kita membangun platform namanya membangun desa nah itu ketika kita mau optimalisasi dana desa yang disalurkan banyak dana yang tidak terserap jadinya coba jadi jalanan tapi ekonomi juga nggak tumbuh kalau kita bisa mendata bahkan sampai selevel Kelurahan kita punya pasukan atau satgas khusus yang fokus pada peningkatan ekonomi kemakmuran saya pikir ini akan menjadi urat nadi yang tadinya macet-macet itu menjadi lancar urat nadi perekonomian,

BACA JUGA :   10 Hari Kursi Jabatan Kapus XIII Koto Kampar 1 Batu Bersurat Mengalami Kekosongan

“Jadi kesigapan masyarakat Depok adalah menangkap peluang besar ini cluster aja banyaknya aja udah banyak namun di 2020 itu mungkin bisa 100.000 keluarga baru masuk ke kota Depok ekonomi yang sangat besar,”pungkasnya. (agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × three =