PELALAWAN – reportaseindonesiaa.id Lahan Konsisi terbakar, PT. Arara abadi abaikan permintaan Masyarakat Tempatan, memasuki musim hujan di penghujung tahun 2019 ini, Menyebabkan beberapa Kecamatan di Kabupaten Pelalawan,Propinsi Riau. dilanda bencana Banjir (20/12/19). Tidak ketinggalan Kecamatan Bandar Petalangan, tepatnya di Desa Lubuk Keranji Timur dusun Logas.

Advertisement

Banjir yang terjadi di desal Lubuk Keranji Timur, Kecamatan Bandar Petalangan, ini akibat sekat-sekatnya kanal atau kanal bloking yang dibuat oleh PT. Arara Abadi distrik Malako Pada musim kemarau nan lalu kemaren. belum di buka, Hal ini menyebabkan beberapa titik di Desa lubuk keranji timur mengalami kebanjiran meluas. Yang lebih memprigatinkan lagi jalan penghubung antar ke dusun Logas desa Lubuk Keranji Timur Lumpuh total akibat Banjir.

Menyikapi persoalan yang terjadi, awak media mencoba untuk menggali fakta di lapangan dengan berkoordinasi dengan pemerintah Desa dan Kecamatan Bandar petalangan, “Menurut camat bandar Petalangan Faisal. S. STP, Banjir di desa lubuk keranji timur tersebut karna kanal bloking yang dibuat oleh PT. Arara Abadi belum di buka mereka. Camat mengatakan bahwa beberapa org masyarakat Lubuk Keranji Timur meminta agar kanal bloking yang dibuat oleh PT. Arara Abadi segera di buka tuturnya.

Keterangan dari masyarakat tersebut bahwa kanal bloking yg di buat oleh PT. Arara Abadi itu karena lahan konsesi mereka terbakar seluas lebih kurang 200 ha di desa Lubuk Keranji Tinur dan Lubuk Raja.


Oleh sebab itu mereka enggan untuk membuka kanal bloking yang menyebabkan kerugian terhadap Masyarakat sekitarnya.

Setelah di Konfirmasih Kepihak Management Marhalim melalui WhstAppnya sampai saat ini belum ada Jawaban dan terkesan Diam.

BACA JUGA :   Desa Langkan jadi Tuan Rumah Festival Pra Danone Nations Cup 2020 KU 12