Depok,reportaseindonesia.id | Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 09 Febuari diperingati berbagai elemen insan pers di pelosok Nusantara salah satunya di Kantor PWI Depok, peringatan HPN di PWI Depok yang berlangsung sederhana dikantor PWI Depok turut dihadiri Walikota Depok Mohammad Indris dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna.

Insan Pers yang menjadi pilar keempat Demokrasi terkadang mendapat perlakuan yang tidak baik bahkan terjadi kekerasan fisik terhadap insan Pers saat dilapangan, apalagi ada oknum yang mengaku sebagai wartawan  memanfaatkan kartu Pers untuk memeras sejumlah pejabat maupun instasi, menyikapi hal tersebut Wakil PWI Depok angkat bicara.

Advertisement

Ditemui disela-sela kegiatan HPN di Kantor PWI Depok, Wakil Ketua PWI Depok Rahmat Tarmuji mengatakan, terkait banyaknya oknum yang mengaku wartawan meminta bahkan memeras instansi maupun pajabat harus ditindak tegas

“Kalau sudah ranahnya pemerasan atau tindak pidana umum pada umumnya ya silahkan di laporkan kepada Polisi karena itu saya rasa bukan wartawan dan setiap wartawan tidak seperti itu harusnya dan itu sudah jelas kalau sudah unsur pemerasan itu kita tidak setuju,” ujar Rahmat. Senin (10/02/2020)

Dirinya menambahkan, Karena hal seperti itu sangat merugikan sekali kami sebagai wartawan,  itu sudah mencederai dan mencemarkan nama baik wartawan khususnya profesi kita sebagai jurnalis yang benar-benar memang jurnalis dan PWI sendiri telah tegas mengatakan,

“Jangan kan untuk melakukan pemerasan dia terlibat dalam aktivitas main proyek atau apapun jelas kita tindak tegas, Kita sudah tekankan dari awal supaya kalau mau maen proyek itu tidak atas nama lembaga PWI tapi kalau memang untuk perorangan dia jalan perorangan silahkan, tapi kalau untuk membawa nama PWI itu tidk kami benarkan,” tegas Rahmat.

BACA JUGA :   AJI Jakarta Kecam Intimidasi oleh Kapolrestro Depok Terhadap Jurnalis 

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai masih banyaknya kekerasan terhadap jurnalis dirinya berharap agar hal tersebut tidak terulang kembali

“Seharusnya itu tidak perlu terjadi, karena bagai mana pun wartawan ini mitra dari seluruh pemerintah, baik dari pemerintahan dan stakeholder pada umumnya karena mereka pun pasti butuh kita, untuk mempublikasikan kegiatan segala macamnya dan saya menyayangkan kalau intimidasi, kriminalisasi itu masih terjadi pada teman-teman wartawan,” pungkasnya. (agus)