Pekanbaru,reportaseindonesia.id | Belasan Mahasiswa yang mengatasnamakan
Gerakan Mahasiswa Peduli Petani Rokan Hulu (GMPPR) mendatangi Diskrimsus Polda Riau guna melakukan unjuk rasa. Selasa (03/03/2020)

Belasan Mahasiswa ini berunjuk rasa di depan Kantor Diskrimsus Polda Riau yang di mulai pukul 14.00, meminta Kapolda melakukan pemanggilan terhadap distributor PUPUK bersubdisi jenis urea di Kabupaten Rokan Hulu, yang bekerja sama dengan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Wilayah Riau – Kepri.

Advertisement

Saat dihubungi reportaseindonesia.id via pesan singkat whatsapp Almuji Emzen selaku koordinator lapangan mejelaskan, maksud dan tujuan kami disini meminta kepada Kapolda agar segera mungusut tuntas dugaan jual beli pupuk bersubsidi oleh perusahaan

“Mereka diduga menjual harga pupuk bersubsidi jenis urea di atas harga eceran, tentu tindakan ini sudah menyalahi aturan yang ada. “ujar Almuji

Dirinya menambahkan, Pengunjuk rasa menilai petani sawit di Rokan Hulu sangat sulit mendapatkan pupuk bersubsidi, kalaupun ada pupuk bersubsidi ini dijual di atas Harga Eceran tertinggi (HET) tentu ini membuat petani petani sawit tidak mampu membeli pupuk dengan harga yang tinggi ,tetapi di satu sisi mereka membutuhkan pupuk tersebut untuk sawit mereka agar tetap berbuah lebat

“Kami harap penegak hukum dan dinas terkait turun ke Rohul dan melakukan investigasi terhadap permainan pupuk bersubsidi ini baik secara penjualan ataupun pendistribusian karena sudah membuat petani petani kecil sulit mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga yang murah, “imbuhnya.

Aksi damai kami laksanakan kurang lebih 15 menit untuk menyapaikan orasi danakhirnya massa aksi di temui oleh  Perwakilan dari Polda Riau, Asep Iskandar SIK. MM, Kasubdit 1 Diskrimsus Polda Riau dalam menanggapi tuntutan mahasiswa Polda Riau menyampaikan ucapannterima kasihnya

BACA JUGA :   Kapolda Riau Lepas Rombongan Penyalur Bantuan Sembako Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19 di Kabupaten Pelalawan

“Kami ucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang  telah menyampaikan aspirasinya dan kami akan coba mempelajari tuntutan dari kawan kawan mahasiswa, kalau bisa kami minta nama nama distributor ini untuk kita dalami dan kita pelajari, “himbau Asep.

Setalah ditemui perwakilan dari Polda Riau mahasiswa membubarkan diri dengan tertib dan kegiatan berlangsung lancar dan terkendali. (ris)