Warga Lakukan Penolakan, PT. Daya Mandiri Utama dan BPN Batal Laksanakan Pengukuran

  • Bagikan

Depok,reportaseindonesia.id | Sengketa lahan antara salah satu warga dengan PT Daya Mandiri Utama membuat resah warga lainnya pasalnya
Warga Jalan Aster Kampung Ciherang Sukatani Tapos menolak kedatangan tim dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang akan melakukan pengukuran lahan secara sepihak, hal tersebut di sampaikan Parlindungan Siregar atau yang akrab di sapa bang Ucok pasalnya tanah yang akan menjadi objek pengukuran berada di lahan tanah miliknya.

Hal tersebut berdasarkan girik miliknya atas nama Menah bin Kinem no 914 KI.pds/pkt.35 dengan alamat Babakan ,Desa Sukatani No 96 Kecamatan Cimanggis Kabupaten Bogor di tetapkan pada tanggal 10 Juni 1987 dengan luas sawah 960 m² dan tanah darat seluas 860 m².

Pihak PT Daya Mandiri Utama bersama perwakila Polres dan BPN saat melakukan perundingan dengan warga

Akibat dari perseteruan tersebut pihaknya di mintai keterangan oleh pihak Kepolisian karena dianggap telah menyerobot lahan milik PT Daya Mandiri Utama, tentu dalam hal ini Ucok mempertanyakan perihal informasi sertifikat yang di miliki oleh PT Daya Mandiri Utama

Saat ditemui wartawan Ucok mengatakan, menurutnya bagaimana bisa tanah yang sudah menjadi miliknya dan belum berubah kepemilikannya bisa di jadikan sertifikat oleh PT Daya Mandiri Utama.

“Jadi kalau menurut rujukan dari Polres Kota Depok saya sudah dua kali satu prihal klarifikasi yang kedua di jadikan saksi dan yang ketiga prihal penentuan batas atau penyerahan batas dan saya gak ngerti apa itu penyerahan batas karena girik saya asli dan saya menempati lahan ini sesuai dengan peta sementara PT tersebut bilang lahan yang saya tempati adalah miliknya,” jelasnyaSenin (16/03/2020)

Masih kata Ucok bahwa dasar dirinya menempati lahan tersebut berdasarkan girik yang dimilikinya yang di sah kan pada tahun 1987.

BACA JUGA :   Remaja Bulak Barat Cipayung Antusias Ikuti Kegiatan Abdimas Tim Dosen UPNVJ

“Jadi apa yang tempati saat ini sudah sesuai dan memang saya akui girik ini belum saya balik nama karena faktor keuangan karena untuk balik nama kan butuh biaya besar,” katanya.

Menurut Ucok ada yang tidak beres karena PT Daya Mandiri Utama secara sepihak dan tanpa konfirmasi telah memasang plang bahwa lahan tersebut yang saat ini di tinggali adalah milik PT,untuk itu dirinya akan segera mengambil langkah hukum akibat perbuatan tidak menyenangkan yang di lakukan oleh PT Daya Mandiri Utama.

“Saya akan segera mengambil langkah hukum terkait tindakan yang sudah meresahkan saya dan keluarga saya dan hukum harus berbicara segera saya akan laporkan balik PT tersebut,” tegasnya.

Sat ditemui awak media Lurah Sukatani Yan Cahyanto mengatakan bahwa dirinya hadir karena mendapatkan undangan dan perihal adanya warga yang merasa lahannya di serobot oleh PT Daya Mandiri Utama

Lurah Sukatani Yan Cahyanto saat ditemui awak media

“Disini saya hadir dalam kapasitas undangan, terkait masalah tanah kedua belah pihak punya bukti masing-masing dan mungkin nanti disesuaikan dengan prosedur yang berlaku,” ujar Yan.

Dirinya menambahkan, Semuanya punya legalitas, dari PT itu ada sertifikat informasinya dan dari pihak warga dia punya girik.

“Saya dapat undangan dari kepolisian untuk pengukuran titik kordinat tanah tersebut karena kan menurut informasi dari pihak PT mempunyai sertifikat yang mana titiknya dan batas-batasnya. Yang jelas mereka juga sama-sama punya bukti ya silahkan saja nanti pengadilan yang menentukan, kalau di kelurahan kan hanya berdasarkan leter c saja,” pungkasnya.

Pihak PT Daya Mandiri Utama bersama BPN didampingi pihak TNI dan Polisi batal melaksanakan pengukuran dikarenakan belum adanya kesepakatan diantara kedua belah pihak. (agus/rin)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × one =