DAERAH  

Berkarat, Gapura Selamat Datang Dianggap Membahayakan 

Loading

Depok, reportaseindonesia.id|Gapura juga sering diartikan sebagai pintu gerbang. Simbol yang dimaksudkan disini bisa juga diartikan sebuah ikon suatu wilayah atau area. Secara hierarki sebuah gapura bisa disebut sebagai ikon karena gapura itu sendiri lebih sering menjadi komponen pertama yang dilihat ketika kita memasuki suatu wilayah.

Di Kota Depok terdapat beberapa titik perbatasan dengan wilayah lain yang ditandai dengan gapura dan tugu. Salah satunya gapura yang berada di Jalan Raya Bogor.

Gapura yang berada di jalan Raya Bogor terlihat tidak terawat, dengan kondisi berkarat dan pondasi gapura tersebut posisinya memakan badan jalan yang sering kali mengakibatkan kecelakaan.

Hal tersebut mendapat tanggapan warga Depok, salah satunya datang dari Iwan yang bekerja sebagai juru parkir di sekitar Gapura. Dirinya mengatakan Gapura tersebut sepengetahuannya belum pernah dilakukan perbaikan

“Seingat saya belum pernah ada perbaikan mas, kondisinya cukup mengganggu dan disini sering terjadi kecelakaan karena pondasinya memakan badan jalan, ” ujar Iwan, Minggu (04/09/2022).

Lebih lanjut, masih Iwan menjelaskan melihat kondisi Gapura yang berkarat merasa riskan “Saya merasa riskan takutnya kalau ada angin kencang roboh. Baiknya sih dibongkar saja mas, biar aman, ” terangnya.

Di tempat terpisah, Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Depok Supian Suri menuturkan pihaknya akan melaporkan hal tersebut kepada Wali Kota Depok Muhammad Idris.

“Terimakasih atas masukan dari teman-teman mengenai Gapura perbatasan Depok dan Kabupaten Bogor Insyallah ketidak nyamanan dari segi estetika maupun keamanan InsyaAllah akan kita tindaklanjuti. Saya akan melaporkan ke pak Wali juga dan setidaknya untuk segi keamanan akan kita renovasi segera kita buat baru disitu, ” kata Supian Suri saat ditemui awak media, (01/09).

BACA JUGA :   Serda Mulawarman Babinsa Koramil 07/Kampar Bantu Masyarakat Dalam Pembangunan Masjid

Menganggap terkait pondasi yang memakan badan jalan, Sekda akan mengevaluasi hal tersebut “Nanti kita evaluasi, kita akan koordinasi dengan Tim TAPD apakah masih memungkinkan menggunakan anggaran APBD dan sepersetujuan dewan kalau tidak kita akan coba menggunakan CSR. Kita upayakan secepatnya nunggu persetujuan pak Wali, terimakasih atas masukannya, ” tutup Sekda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *