10.845 DPT Belum Memiliki KTP, Disdukcapil Kota Depok Berikan Pelayanan Ekstra

Loading

Depok,reportaseindonesia.id | Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Depok, Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok dalam menyambut Pilkada yang akan berlangsung melakukan trobosan dengan memberikan pelayanan ekstra.

Pelayanan ekstra yang diberikan yaitu pelayanan dihari Sabtu ditiap-tiap Kelurahan sampai jam 12.00 khusus untuk perekaman KTP dan menghimbau warga yang memiliki usia 17 Tahun ditanggal 9 Desember diwajibkan melakukan perekaman KTP.

Hal ini disampaikan Kepala Disdukcapil Kota Depok, Nuraeni Widayatti didampingi Kepala Seksi Indentitas Penduduk Jaka mengatakan, untuk KTP jadi memang kita kurang lebih ada 10.845 penduduk usia 17 tahun sampai tanggal 9 Desember nanti itu belum rekam e-ktp makanya kita ada strateg, kita sudah buat undangan melalui RT RW Lurah by name by Addres jadi jelas namanya

“Kita sudah melaksanakan perekaman di hari libur yaitu pada hari sabtu  yang seharusnya libur kita dari tanggal 10 kemarin sampai tanggal 5 Desember, satu hari terakhir menjelang Pilkada itu lakukan perekaman hingga jam 12.00,” ujar Nuraeni. Kamis (15/10/2020)

Dalam massa pandemi pihaknya menjelaskan, untuk massa pandemi kita di awal-awal itu kita hentikan untuk perekaman yang pertama tapi kalau sekarang tidak mungkin lagi

“Yang terpenting saat pandemi ini kita melaksanakan yaitu pertama tidak bersentuhan, penggunaan masker dan hand sanitizer baik bagi petugas maupun kepada warganya. Untuk peningkatan tidak ada kenaikan yang signifikan ya memang ada penambahannya adalah biasanya orang rekam ketika dia berusia 17 tahun, sekarang kita yang usia 17 tahun sampai 9 Desember kita undang untuk hadir,” imbuhnya.

Karena mereka nanti sudah punya hak pilih jadi sehingga pada tanggal lahir di 9 Desember itu kita harus tetap pada hari itu karena tanggal 8 belum bisa cetak

BACA JUGA :   Baznas Prov. Riau Serahkan 60 Paket Sembako di Desa Gobah

“Kalau yang sudah rekam belum jadi segera lapor ke kita, kebanyakan yang lama itu karena duplikat. Harapan kami ada partisipasi aktif warga bisa hadir untuk melakukan perekaman, jangan sampai pas KTP dibutuhkan baru ngejar-ngejar. Saling bekerja sama warga dengan petugas dan banyak juga KTP yang kita cetak orangnya sudah pindah, kedepannya akan kita gunakan jasa Pos untuk melakukan pengiriman ulang apabila tidak sesuai nanti akan kita sikapi,” pungkasnya.

Penulis: Agus Suyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *