DAERAH  

Sikim Rumbio Jaya Steel, IKM Pandai Besi Pertama di Indonesia Mendapatkan SNI Dodos dan Egrek

Loading

Pekanbaru, reportaseindonesia.id | Provinsi Riau dengan luas lahan perkebunan Sawit yang mencapai 2,8 Juta Ha dengan jumlah Produksi 7,7 juta Ton/Tahun memberikan peluang pasar bagi IKM yang begerak dibidang Alat Mesin Pertanian (ALSINTAN).

Perkebunan sawit membutuh berbagai Alsintan yang dapat diproduksi oleh pandai besi antara lain
Dodos adalah merupakan alat panen untuk memotong buah kelapa sawit yang baru panen hingga berumur 10 tahun dan Egrek merupakan alat panen untuk memotong buah kelapa sawit yang panen diatas 10 tahun serta Kampak merupakan alat panen untuk memotong tangkai atau gagang dan memotong pelepah.

Untuk memenuhi kebutuhan akan Alsintan perkebunan sawit tersebut masih didatangkan dari luar Provinsi Riau dan bahkan diimpor dari Negara Malaysia, Vitnam serta China.

Menyadari tersedianya pangsa pasar yang besar tersebut, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian (Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka) dan Badan Standarisasi Nasional (BSN) melakukan pembinaan, pemberdayaan serta pendampingan kepada IKM Pandai Besi pada tahun 2019 yang diawali dengan Pelatihan Memproduksi Alat Mesin Pertanian (ALSINTAN) Dodos dan Egrek Berstandarisasi SNI.

Untuk menghasilkan Dodos serta Egrek ber-SNI, Direktorat Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian memberikan bantuan peralatan 2 (dua) Air Hammer kepala SIKIM Rumbio Jaya Steel, sehingga kapasitas produksi dapat ditingkatkan, dimana yang semula 1 (satu) IKM hanya mampu memproduksi 10 sampai 12 Doos perhari dan meningkat menjadi 150 Dodos maupun Egrek perhari untuk 1 (satu) Air Hammer.

Peningkatan kapasitas Produksi Dodos dan Egrek serta diikuti dengan Kualitas yang mendekati SNI, PTP. V sebagai BUMN perkebunan kelapa sawit memberikan Respon Positif dengan melakukan uji coba terhadap Produk Rumbio Jaya Steel.

BACA JUGA :   Bersama Masyarakat, Babinsa Koramil 07/Kampar Goro Timbun Pondasi Surau

Hasil uji coba PTP. V merasa puas dan melakukan pemesanan Dodos serta Egrek kepada SIKIM Rumbio Jaya Steel mulai tahun 2020 dengan kontrak kerja mencapai 2,5 Milyar.

Pembinaan, Pemberdayaan serta Pendampingan secara berkelanjutan dari Stakeholder terkait (Disperindagkop-UKM Provinsi Riau, Disprinnaker Kabupaten Kampar, Kantor Layanan Teknis BSN dan pada tahun 2021 memberikan hasil yang menggembirakan dengan ditetapkannya ALSISTAN Dodos serts Egrek yang dihasilkan oleh Rumbio Jaya Steel Ber-Standarisasi Nasional Indonesia (SNI).

Menurut Penjelasan Kepala Dinas Perindagkop-UKM Provinsi Riau,Drs. Asrizal, M.Pd dan Kepala Kantor Layanan Teknis BSN Pekanbaru, Juanda Reputra, S.TP, M.Si bahwa Rumbio Jaya Steel merupakan IKM Pandai Besi pertama di Indonesia yang mendapatkan Standarisasi Nasional Indonesia terhadap Produk ALSINTAN Dodos dan Egrek.

Menurut rencana sertifikasi SNI Dodos dan Egrek Ber-SNI akan diserahkan langsung oleh Kepala Badan Standarisasi Nasional , Drs. Kukuh S. Ahmad, M.Sc pada Tanggal 17 Juni 2021 mendatang bersama dengan penyerahkan 2 (dua) Produk Madu Hutan yang Ber-SNI yang dihasilkan oleh IKM Madu Wilbi Kabupaten Kampar serta IKM Madu Kuansing, Kabupatan Kuantan Sengingi.

Penulis : Hargono / rls

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *