DAERAH  

Danramil 01/Bkn Mayor inf Marwan Prapat Beserta Babinsa Hadiri Balimau Kasai Dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M

Kampar, reportaseindonesia.id |Wakili Komandan Kodim 0313/KPR Danramil 01/Bkn Mayor inf Marwan Prapat beserta Babinsa menghadiri acara Balimau Kasai di Pulou Kosoiok Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Rabu sore (18/2/2026).

Balimau Kasai yang mengusung merupakan tradisi masyarakat Kampar dalam menyambut bulan Suci Ramadhan.

“Kita lestarikan Budaya Menjunjung Marwah” ini dihadiri langsung oleh Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, S.Sos, MT, Kapolres Kampar di wakili lptu Ruly, Dandim 0313/KPR yang diwakili oleh Danramil 01/ BKN Mayor inf Marwan Parapat, Kadis BPBD, Ir. Azwan. M, Si, Kapolsek Kampar, Camat Kampar, Syamsu Rizal, Ninik Mamak Kenegerian Air Tiris, Kades Batu Belah, M. Zahir, Ketua Panitia , Firdaus,SHi, KUA Kabupaten Kampar, Toga, Tomas, Todat dan para Pengunjung yang hadir lebih kurang 500 orang.

Mandi Balimau Kasai yang sangat penuh kesakralan dalam pelaksanaannya dan disana masyarakatnya selalu rutin menggelar tradisi mandi balimau Kasai dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H untuk penyucian diri sebelum menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yaitu Mandi Balimau Kasai.

Dalam tradisi masyarakat kampar, Mandi Balimau Kasai dianggap sebagai upacara sarana penyucian diri lahir maupun batin dan juga sebagai bentuk ucapan rasa syukur serta ungkapan kegembiraan dengan akan segera datangnya bulan Ramadan.

Masyarakat kabupaten kampar, khususnya di Kecamatan Kampar memiliki keyakinan bahwa kasai dapat mengusir berbagai macam penyakit kedengkian yang tertanam dalam hati manusia selama bulan Ramadhan.

Tradisi Mandi Balimau Kasai telah berlangsung selama ratusan tahun yang dilakukan secara turun temurun oleh masyarakatnya.

Dalam bahasa setempat, balimau berarti mandi dengan menggunakan air yang dicampur jeruk atau limau, sedangkan kasai berarti wangi-wangian yang biasanya dipakai masyarakat setempat untuk keramas.

BACA JUGA :   Kompak Babinsa dan Warga Gotong -Royong Cor Pembatas Jalan

Dalam pelaksanaanya, upacara Mandi Balimau Kasai dimulai dengan acara makan bejambau bersama para pemuka adat, batin, ninik mamak serta tokoh masyarakat dan para alim ulama.

Sebagai tempat pelaksanaan Mandi Balimau Kasai selalu rutin digelar di tepian sungai kampar yang membelah wilayah kabupaten kampar .

Sebelum prosesi Mandi Balimau Kasai dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan sebagai pembuka yang dipimpin oleh merupakan sebuah bendera simbol kebesaran masyarakat adat dikampar.

Untuk menggali kebiasaan adat serta mengingatkan kepada anak keponakan diperlukan kerja keras, pemangku adat yang bergelar mamak dipersukuan senantiasa bersinergi dengan anak keponakannya, mamak dalam persukuan harus mengembalikan peran dan fungsinya.

Kita berharap masyarakat kampar bisa terus menjaga dan melestarikan adat istiadat kampar, pemerintah daerah harus mendukung penuh pelestarian adat istiadat kita.

Sumber: Pendim 0313/KPR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *