Kampar , reportaseindonesia.id |Guyuran hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Kampar Kiri Hulu tidak membuat aktivitas pembangunan Jembatan Gantung Desa Gajah Bertalut terhenti total. Guna menyiasati kondisi cuaca yang basah, Satgas Kodim 0313/KPR mengambil langkah taktis dengan mengalihkan fokus pekerjaan ke bagian komponen yang aman dari dampak hujan, Sabtu (16/5/2026).
Berdasarkan laporan harian dari lokasi proyek, situasi hujan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari membuat pengerjaan struktur atas yang berisiko tinggi terpaksa disesuaikan. Sebagai gantinya, personel TNI dan pekerja ahli fokus melakukan perlindungan material (finishing).
Dua kegiatan utama yang dikebut oleh tim satgas di bawah naungan tenda dan area terlindung meliputi:
Pengecatan Plat Jembatan: Proses pengecatan plat besi ini sangat krusial untuk melapisi logam dari korosi (karat), mengingat kelembapan udara yang tinggi di sekitar Sungai Subayang.
Pengecatan Tiang Wermesh: Tiang-tiang anyaman kawat (wermesh) yang berfungsi sebagai pagar pengaman jembatan juga mulai dicat secara menyeluruh demi menjamin ketahanan jangka panjang dan memperindah estetika jembatan.
Langkah taktis pengalihan kerja ini diambil agar target penyelesaian jembatan sepanjang 96 meter ini tidak meleset dari jadwal yang ditentukan oleh Mabesad. Personel di lapangan memanfaatkan setiap waktu yang ada dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan kerja (K3) di tengah cuaca ekstrem.
Dandim 0313/KPR melalui tim pelaksana menyampaikan bahwa dinamika cuaca di pedalaman memang sulit diprediksi, namun mental prajurit dituntut untuk selalu adaptif.
”Kondisi di lapangan saat ini masih hujan lebat, sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan pemasangan di bentangan utama. Agar waktu tidak terbuang, tim memanfaatkan momentum ini untuk mengecat plat dan tiang wermesh. Begitu cuaca kembali cerah, kita langsung tancap gas lagi pada struktur fisik luar,” jelas perwakilan Satgas di lokasi.
Saat ini, situasi di sekitar area pembangunan jembatan dilaporkan dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali. Sinergi tanpa henti ini terus bergulir demi mewujudkan mimpi 845 jiwa (265 KK) warga Desa Gajah Bertalut akan hadirnya akses transportasi darat yang aman.
Sumber: Pendim 0313/KPR












