Depok,reportaseindonesia.id |Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Sosial menyelenggarakan Sinergi Depok Ramah Lansia berlangsung dari tanggal 26 s/d 28 Agustus 2019 di ruang Teratai gedung Setda lantai 1 .

Walikota Depok KH.Mohammad Idris hadir diacara ini , didampingi oleh Kadinsos Usman Heliyana, Kadis DPAPMK drg.Nessi Annisa Handari, Ketua LLI Sumadi, Pengurus PWRI Samsul Hadi, Pengurus DHC 45 Sobirin, Pengurus Wirawati Yuliana, Pengurus Wreda Tama Mami Ayu, Pengurus Pepabri Imam Subarja,

Advertisement

Dalam sambutannya Walikota Depok KH.Mohammad Idris menyampaikan “Seperti yang disinggung Pak Kadis tentang Peraturan Walikota (Perwal) Depok nomor 83 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kota Ramah Lansia, timbul pertanyaan kenapa adanya Perwal koq tidak ditegaskan dengan Peraturan Daerah (Perda) , untuk itu perlu diketahui riwayatnya terlebih dahulu “Ucap Idris

“Ketika akan di kaji dan disusun Perda sebagai acuannya Kota Ramah Lansia itu apa ? Ada acuan dari PBB dan acuan dari Pemerintah pusat, ditahun 2013-2014 oleh Pemerintah bersama Center Of aids Studies (CAS) Universitas Indonesia terkelompoklah ada 14 kota ramah lansia, salah satunya adalah Kota Depok, dengan kesimpulan standarisasi kota ramah lansia versi PBB sangat idealis dan tinggi, sedangkan menurut versi Pemerintah Indonesia dari pertimbangan CAS UI sangat sederhana, maka diambil jalan tengah dengan terbitnya Perwal ” ungkap Idris.

“Perlu sinergitas, latihan latihan koordinatif antar OPD, mengingat program kota ramah lansia banyak keterkaitannya dengan para Dinas , walaupun Leading Sectornya adalah Dinas Sosial, seperi hari ini Disrumkim, Dishub, DPUPR, RSUD tidak ada yang hadir atau mewakili, nanti dihari ke 3 acara ini diundangan saya wajibkan untuk hadir ” Papar Idris.

“Perwal ini merupakan cikal bakal terbitnya Perda Kota Ramah Lansia, semoga dapat diusulkan pada tahun 2021 menjadi Perda, dan ini merupakan suatu tantangan mengingat pertumbuhan penduduknya masih tinggi sekitar 3,4 %, sedangkan penduduk Indonesia yang bermukim di Kota Depok tahun 2000 ada 42 %, prediksi dari Bapenas tahun 2025 penduduk Indonesia yang tinggal di Kota Depok adalah 67 % ” Imbuh Idris.

BACA JUGA :   Klarifikasi Kelurahan MekarJaya Perihal Surat Edaran Mengenai BPJS

“Untuk Lansia nya pada tahun 2013 sekitar 3 %, sedangkan,saat ini sudah mencapai 6 %, dengan angka harapan hidup adalah 74 tahun, usia senja para lansia di Kota Depok ini menjadi berkah dalam bahasa agama adalah daya guna , sedangkan dalam filsafat Jawa yakni Urip Iku Urup ” Pungkas Idris

Penulis : Koes.

Editor. : Agus.