Kampar,reportaseindonesia.id | Kepala desa(Kades) Koto Tuo,Zen Habibi,SE secara resmi membuka perlombaan membuat Bubur Asyurra antar Majelis Taklim Se- desa Koto Tuo dalam rangka memperingati 10 Muharram 1441 H / tahun 2019 yang diselenggarakan dihalaman Mesjid Al-Jami terletak didusun III ( Blok C) desa Koto Tuo Kecamatan XIII Koto Kampar,Kabupaten Kampar,Provinsi Riau,minggu (22/9/2019).

Diketahui bahwa Agenda perlombaan membuat Bubur Asyurra antar Majelis Taklim Se- desa Koto Tuo tersebut telah menjadi kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahunnya dan akan menjadi Tradisi bagi masyarakat setempat dalam rangka memperingati 10 Muharram 1441 H.

Advertisement

Kepala desa Koto Tuo,Zen Habibi,SE dalam penyampaiannya mengatakan, Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana dipagi yang berbahagia ini allah masih memberikan kesempatan kepada kita semua untuk melaksanakan Acara perlombaan membuat Bubur Asyurra dan mudah- mudahan kegiatan kita ini diridhoi oleh Allah SWT, ujar kepala desa Koto Tuo ,Zen Habibi,SE diawal penyampaiannya.

Orang nomor satu didesa Koto Tuo ini menambahkan, Yang kita muliakan dan kita hormati dewan juri dimana alhamdulillah semuanya hadir serta yang kami hormati Pengurus Mesjid, Ninik Mamak ,Alim ulama, Cerdik pandai,Aparatur desa dan yang teristimewa kepada seluruh Majelis Taklim sebanyak 13 majelis taklim yang ada didesa Koto Tuo.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja sejak hari jumat kemarin dimana kegiatan Bubar Asyurra ini kita laksanakan setiap tahunnya dan tentunya dengan harapan besar bahwa seluruh Majelis Taklim yang ada di koto Tuo ini bisa menikmati serta melaksanakan kegiatan ini dengan Hikmad,dengan kebahagian,dengan kesenangan sebab disini tujuan kita bukan untuk mencari juara tetapi yang kita cari adalah untuk menciptakan rasa kebersamaan,Kekompakan.

BACA JUGA :   Kapolres Kampar Silaturahmi dengan Upika dan Tokoh Masyarakat di Polsek Tapung Hilir

“Serta yang lebih penting lagi adalah persatuan dan kesatuan didesa koto tuo ini karena tanpa persatuan segala program apapun yang kita buat tidak bisa kita laksanakan dengan baik dan alhamdulillah semua majelis taklim yang ada didesa KotoTuo ini bisa hadir semuanya, ungkap Zen Habibi.

Lebih lanjut dikatakannya, kami berharap dalam acara ini mari kita junjung Sportivitas serta kebersamaan demi terlaksananya acara kita ini dan tentunya mungkin masyarakat ada yang bertanya sumber dananya dari mana agar masyarakat untuk ketahui bahwa kegiatan yang kita laksanakan disetiap tahunnya kami anggarkan dari dana desa (DD)sebesar Rp.10 juta sehingga biaya tidak ada dibebankan kepada majelis taklim mulai dari perlengkapan hingga sampai Hadiah.

” Tentunya kami berharap dengan adanya setiap tahunnya acara ini kita laksanakan dapat membantu menambah segi ekonomi masyarakat buat kelurganya dengan berjualan ditempat acara dan makanya pemerintah desa( Pemdes) melaksanakan kegiatan ini,harapnya.

Bukan hanya kegiatan acara seperti ini saja kita laksanakan tetapi kita juga melaksanakan seperti baik itu kegiatan keagamaan,kegiatan kepemudaan serta kegiatan Sosial dan tentunya ini semua telah menjadi harapan masyarakat koto tuo pada umumnya.

“kami juga berharap tolong selalu Doakan kami agar kami bisa berbuat yang terbaik buat masyarakat koto tuo dan secara resmi lomba memasak Bubur Asyurra ini saya buka,tutupnya.

Ditempat yang sama Dewan juri ,Daman Huri,S.ag pada pengarahannya menuturkan, Kami dari dewan juri yang akan menilai nantinya tentunya akan dinilai dari berbagai aspek mulai dari Kerapian,Kekompakan,Keindahan serta semuanya itu akan dinilai dan insya allah nanti kami dari dewan juri yang akan menilai tidak ada saling kenal- mengenal serta berapa nilainya, tetapi kami dewan jurilah yang akan menentukan berapa nilainya nantinya,sebut Dewan Juri , Daman Huri,S.ag diawal pengarahannya.

BACA JUGA :   Pemkot Batam Terus Lakukan Vaksinasi Terhadap Masyarakat

Kemudian,lanjutnya, Adapun kegiatan yang kita lakukan ini merupakan Napa Tilas jejak Rasul para Auliah dulu yang telah mengembangkan agama Islam dan pekerjaan kita saat ini yang disokong oleh kepala desa itu merupakan berbuah Pahala,sambungnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, Karena Bubur Asyurra ini kronologisnya dalam rangka para umat Islam dahulu mengembangkan agama Islam dengan begitu susahnya dan jadi perbekalan- perbekalan ini tidak ada sehingga diramulah berbagai jenis ramuan dari seluruh anggota ketika itu membuat bubur asyurra untuk perbekalan selama 6 bulan berlayar.

” Persiapan ini serta Kekompakan dari majelis taklimnya dan insya allah kami akan menilainya seperti yang sebelum- sebelumnya,imbuhnya.

Penulis: Hargono