Kampar,reportaseindonesia.id | Sosialisasi pencegahan dan penanggulangan bencana daerah serta kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) yang di Taja Kecamatan koto kampar hulu tahun 2019 resmi digelar,bertempat Dikantor Koperasi desa Tabing, Kecamatan Koto Kampar Hulu,Kabupaten Kampar,Provinsi Riau,jumat siang (6/12/2019).

Acara tersebut dihadiri oleh, Camat Koto Kampar Hulu,T. Said Hidayat,S.STP,Sekcam Koto Kampar Hulu,Herman, SP ,M.si ,Kabid ( Kepala Bidang ) Pencegahan dan Kesiap Siagaan ( PK ) Kabupaten Kampar, Nafiaruddin ,SKM ,M.si ( sebagai Narasumber)beserta rombongan , Kapolsek XIII Koto Kampar,AKP. Budi Rahmadi ,SH ( sebagai Narasumber) ,Danramil 12/ XIII Koto Kampar, Kapten Inf. Diding Sukardi ( sebagai Narasumber), Ahmad Begap, S.sos ,M.si ( sebagai Moderator) ,sebanyak 372 peserta yang terdiri dari,Kepala Desa ( Kades ) Se- Kecamatan Koto Kampar Hulu,Tokoh Adat ( 2 orang per desa ), BPD ( 2 orang per desa) , LPM (2 orang per desa) ,Tokoh Masyarakat (2 orang per desa), Masyarakat Peduli Api (4 orang per desa), Ketua TP-PKK Se-kecamatan koto kampar hulu, Kepala Dusun ( Kadus ),RT ,RW Se – Kecamatan Koto Kampar hulu dan seluruh Panitia Penyelenggara acara tersebut.

Advertisement

” Pada hari ini kami dari jajaran pemerintahan kecamatan koto kampar hulu melaksanakan kegiatan Sosialisasi serta sasaran kami dan alasan kami kenapa kami melaksanakan kegiatan Sosialisasi ini adalah kita mungkin tahu beberapa tahun belakangan ini riau sering diselimuti oleh kabut asap dimana salah satu penyebabnya adalah Kebakaran Hutan dan Lahan ( Karhutla ), ujar Camat Koto Kampar Hulu,T. Said Hidayat,S.STP diawal penyampaiannya.

Orang nomor satu dikecamatan koto kampar hulu ini menambahkan, Kita wilayah paling pinggir di Kabupaten Kampar dengan memiliki hutan yang sangat luas yang sangat Berpotensi untuk terjadinya kebakaran akan tetapi ini bisa kita cegah serta kita bisa atasi kalau kita tahu bagaimana cara mengendalikan dan kalau kita tahu bagaimana kita mencegahnya.

BACA JUGA :  

Yang kedua desa diwilayah koto kampar hulu lima desa berada dialiran sungai kampar dan satu desa didalam yaitu desa Pongkai serta lima desa ini juga berpotensi mengalami Bencana yakni yang berada dialiran sungai kampar karena bencana bisa datang kapan saja meskipun tidak ada Gunung tapi Angin datang timbul bencana.

Jadi ini hari kami berharap kepada seluruh peserta Minimal kita bisa mengetahui apa-apa yang kita lakukan ,minimal kita mengetahui apa akibat yang akan kita rasakan kalau kita melanggar aturan yang berkenaan dengan bencana kebakaran hutan dan lahan sehingga kami berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan ini hingga selesai,pesannya.

Lebih lanjut dikatakannya, Kami berharap karena yang hadir pada kegiatan Sosialisasi ini sudah mewakili dari seluruh elemen masyarakat dan bapak, ibu yang hadir agar bisa memberikan serta menyampaikan kepada masyarakat tentang bagaimana cara pencegahan dan akibatnya apa kalau kita tidak bersahabat dengan alam.

” Sekali lagi kami ucapkan selamat datang serta terima kasih mudah- mudahan apa yang kita laksanakan pada hari ini membawa keberkahan bagi kita semua,membawa kesejukan dan membawa kearah yang lebih baik untuk kemajuan desa serta kecamatan koto kampar hulu yang kita cintai ini,tutupnya.

Ditempat yang sama,Kabid PK BPBD Kabupaten Kampar,Nafiaruddin,SKM,M.si sebagai Narasumber pada kegiatan tersebut dalam penyampaian materinya menuturkan, Kami dari BPBD ( Badan Penanggulangan Bencana Daerah ) Kabupaten Kampar dalam hal ini mungkin nantinya lebih banyak kita Berdiskusi ataupun tanya jawab nantinya setelah kami bertiga hadir disini mengenai tentang pencegahan dan penanggulangan bencana daerah khususnya dibidang kami pencegahan kebakaran hutan dan lahan ata Karhutla, katanya diawal penyampaiannya materinya.

Lebih lanjut dikatakannya,Bapk,Ibu sekalian bahwa baru- baru ini belum lama kunjungan Presiden keriau dikabupaten kampar yaitu dirimbo panjang ini menyangkut Karhutla dimana seluruh petinggi TNI – Polri, Gubernur,Bupati juga hadir untuk mengatasi mencari jalan keluar penanganan kebakaran hutan dan lahan.

BACA JUGA :   Warga Gagal Ginjal Dicover Jamkes Rohul, KPB dan Patrun Rahman Turut Mendampingi

Kita dikabupaten kampar ada tiga bidang serta ada tiga tahap juga dalam penanggulangan resiko bencana baik Kebakaran Lahan,Banjir,Puting Beliung ,Gempa Bumi dan lain- lainnya tetapi dikabupaten kampar pada umumnya habis Asap timbul Banjir serta sebaliknya habis banjir timbul Asap inilah yang sering terjadi bapak, ibu sekalian.

” Kemudian kami dalam melakukan pencegahan dengan segala keterbatasan kami di BPBD Kabupaten Kampar ada beberapa desa yang rawan bencana kami melatih relawan-relawan kita didesa makanya kita bersyukur pada hari ini bapak camat dan kita semua bisa berkumpul Berdiskusi untuk tukar pikiran mengenai khususnya Karhutla atau bencana lainnya yang ada didaerah kita masing- masing, jelasnya.

Ditambahkannya, Kemudian terjadinya kebakaran hutan dan lahan didaerah kita ini adalah tanggung jawab kita semua bapak,ibu sekalian bukan tanggung jawab TNI – POLRI ,bukan tanggung jawab BPBD tapi sudah menjadi tanggung jawab kita semua.

” Ada didalamnya pemerintah ,ada didalam pengusaha dan ada didalamnya masyarakat , jadi ini tanggung jawab kita semua bukan hanya jika terjadi bencana ini kan urusan pemerintah dan ini urusan BPBD tidak seperti itu bapak,ibu sekalian tapi telah menjadi tanggung jawab kita semua, ucapnya.

Dijelaskannya,Hasil kemarin Diskusi di Pekanbaru kebakaran hutan dan lahan sebagian besar atau 90 persen lebih akibat unsur kesengajaan serta sekali lagi saya ulangi akibat unsur kesengajaan dan ini hati- hati nanti bisa juga berurusan dengan kepolisian dalam penegakan hukum kalau terjadi unsur kesengajaan.

“Sekali lagi kami ulangi kabakaran hutan dan lahan ini menjadi tanggung jawab kita semua,tanggung jawab pemerintah,tanggung jawab perusahaan serta tanggung jawab masyarakat ,jadi tiga unsur ini terlibat untuk menangani khususnya Karhutla, sebutnya

BACA JUGA :   Ratusan Penonton Yang Hadir Terkesima Melihat Penampilan PGRI Pangkalan Kuras Sangat Memukau

Bapak,Ibu sekalian,lanjutnya, Sekilas keadaan kami khususnya BPBD Kabupaten Kampar memang banyak kendala yang kami hadapi dan bila terjadi 1 hari tiga tempat kebakarannya dengan lain kecamatan kewalahan BPBD.

Yang pertama personilnya kurang dan kalau personilnya kurang tentunya terbatas ruang gerak serta kemudian yang paling Fatal lagi mobil Tangki Air kami tidak punya hingga sampai sekarang belum ada bapak,ibu sekalian dimana yang punya adalah Damkar ( Pemadam Kebakaran) sebab kita bekerja sama dengan Damkar.

” Sementara Damkar pun bukan dibawah BPBD tetapi dibawah Satpol PP sehingga dalam komunikasi pun mungkin kurang lancar dimana di Damkar juga kalau gak salah 3 mobil yang stanby makanya ketika terjadi Karhutla kami kewalahan karena tidak mungkin BPBD datang bawa mesin tanpa air apalagi didaerah yang sulit untuk mendapatkan sumber air tetapi kalau ada mobil Tangki air kita bisa langsung kerjakan untuk memamdamkan kebakaran,jelasnya.

Kemarin juga di Dewan kita juga minta dan jangan disalahkan BPBD bila terjadi bencana karena kami kendala keterbatasan seperti ini dimana memang kami minta 2 mobil tangki air, mudah- mudahan ditahun 2020 insya dikabulkan.

“Jangan dibakar ini sangat berbahaya serta kalau dibakar pun hutan atau lahan kesuburannya tidak terlalu lama bapak,ibu sekalian dan ini yang bisa kami sampaikan mudah- mudahan nantinya bapak,ibu sekalian bisa berdiskusi biar lebih jelas yang berhubungan dengan pencegahan,imbuhnya.

Diketahui, Selanjutnya acara sosialisasi itu dilanjutkan penyampaian materi dari 2 orang narasumber lagi yaitu kapolsek XIII Koto Kampar sertaDanramil 12 /XIII Koto Kampar.

Acara kegiatan Sosialisasi pencegahan dan penanggulangan bencana daerah serta Karhutla Kecamatan Koto Kampar Hulu Tahun 2019 tersebut berjalan aman serta lancar.

Penulis : Hargono