Pelalawan,reportaseindonesia.id Seperti Sebuah kiasan dua gajah besar sedang berperang dan si semut menjadi tumbal, sepertinya kata-kata itu yang layak di lontarkan dari konflik lahan antara NWR dengan PSJ. Dari konflik tersebut terlihat tidak ada yang mau mengalah dan semua ingin menjadi penguasa walaupun putusan sudah tertera. Masyarakat di ambang ke gelisahan akibat pertempuran si gajah.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor :1087/K/Pid.Sus.LH/2018 yang menyatakan :“Barang bukti nomor 315 selengkapnya sebagaimana tersebut
dalam Tuntutan Pidana Penuntut Umum tanggal 11 Desember 2017, dirampas untuk dikembalikan kepada Negara melalui Dinas Kehutanan Propinsi Riau c.q PT.Nusa Wana Raya” yaitu areal Perkebunan kelapa Sawit PT.Peputra Supra Jaya seluas 3.323 Ha”. Sejatinya tentang putusan MA yang sudah jelas bahwa lahan tersebut akan di ambil alih oleh KLHK namun sangat di sayangkan nasib dari masyarakat yang memiliki sawit plasma di daerah kawasan hutan tidak berdaya akan putusan MA tersebut dan bahkan penggusuran sawit plasma di lakukan sedangkan belum ada kejelasan untuk sawit plasma milik masyarakat.

Advertisement

Saya lukman hakim selaku pemuda langkan mengecam akan konflik tersebut yang tidak terselesaikan degan iktikad baik oleh pihak-pihak bersangkutan. Terutama kepada pihak PSJ yang seyogyanya mampu bertanggung jawab kepada masyarakat atas konflik yang mereka perbuat. Kita ketahui bahwa lahan tersebut merupakan kawasan hutan yang sejatinya tidak bisa di tanami sawit namun nyatanya sawit bertumbuh pesat di kawasan tersebut di bawah naungan PT PSJ. kewajiban psj membuat kkpa itu bukan lah di tempat lahan yang di gusur sekarang melainkan ada lahan yang sudah di tempatkan namun PSJ tidak mengindahkan hal itu sehingga semua manipulasi terbongkar.

BACA JUGA :   Maraknya Judi Gelper Didesa Dundangan, Warga Minta Polsek Bertindak Tegas

“Saya mengingatkan Jagan sampai semua element kepentingan masuk dalam masalah yang sedang menimpa masyakarat pada saat ini. Sudah cukup masyakat menderita akibat dua gajah ini dan jagan di buat menderita lagi degan memberikan harapan palsu belaka. Notabene kasus yang sedang di alami oleh masyakat saat ini merupakan kasus yang seksi. Ada terhembus bahwa konflik yang terjadi antara NWR vs PSJ di susupi sebuah kepentingan politik semata untuk meraup pundi-pundi rupiah dan suara pada pilkada pelalawan nantinya. saya sebagai pemuda langkan mengutuk keras akan hal tersebut.jelas lukman kepada reportaseindonrsia.id,”ujar Rabu(5/1) melalui pesan WA nya.

Selanjut Lukman Hakim juga menyampaikan harapan saya sebagai pemuda langkan untuk masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi dari pihak mana pun dan teruntuk kepada perusahaan,

“Kepolisian dan pemerintah agar selesiakan segera konflik yang terjadi di lapangan saat ini agar tidak ada korban selanjutnya dan berilah kepastian bagi masyakat yang terzolimi atas konflik lahan tersebut,”pungkasnya. (arisman)