Hasil Rapat Unsur Upika Bersama Elemen Masyarakat, Galian C Dilarang Beroperasi Diwilayah Koto Kampar Hulu

0
1075

Kampar,reportaseindonesia.id | Guna untuk menindaklanjuti tuntutan perwakilan dari masyarakat koto kampar hulu terkait Tolak aktivitas penambangan Galian C atau Kuary diwilayah Kecamatan Koto Kampar Hulu, Unsur Upika bersama Elemen masyarakat menggelar rapat pembahasan aktivitas penambangan Galian C ( Kuary) yang sebelumnya sempat beroperasi didesa Gunung Malelo serta desa Tanjung ,bertempat diaula kantor Camat Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, senin (14/9/2020) sekitar pukul 09.00 wib.

Tampak hadir pada acara rapat tersebut, Camat Koto Kampar Hulu,Ahmad Begab, S.sos, M.si dengan didampingi Sekcam ( Sekretaris Camat ), Herman,SP,M.si , Kapolsek XIII Koto Kampar, AKP Budi Rahmadi, SH beserta anggota,Danramil 12 /XIII Koto Kampar, Kapten Inf. M. Yusuf beserta anggota , Kepala Desa ( Kades ) Se- Kecamatan Koto Kampar Hulu,Ketua BPD Se- Kecamatan Koto Kampar Hulu, Ketua LPM desa Sibiruang, Ependri,SH, Ketua Pemuda Se- Kecamatan Koto Kampar Hulu,Pucuk Adat danTokoh Agama Se – Kecamatan Koto Kampar Hulu, Himapeldata ( Himpunan Mahasiswa Pelajar Desa Tanjung ) , Himapelgum ( Himpunan Mahasiswa Pelajar Desa Gunung Malelo) serta Karang Taruna desa Gunung Malelo.

Camat Koto Kampar Hulu, Ahmad Begab ,S.sos ,M.si dalam sambutannya menuturkan, Pada hari ini kita melanjutkan rapat yang terdahulu karena rapat yang terdahulu adalah awal dari rapat ini terjadi.

” Bapak- bapak yang kami hormati pada hari ini kami sengaja mengumpulkan warga kami yaitu warga koto kampar hulu dari desa Bandur Picak sampai ke desa Tanjung dan ini merupakan perwakilan dari masyarakat, ujar Camat Koto Kampar Hulu.

Orang nomor satu dikecamatan koto kampar hulu ini menambahkan,Inti sari rapat kita hari ini adalah untuk mencari dan mendirikan kesepakatan bersama dikecamatan kita, makanya kami hari ini sengaja Upika dikecamatan kita hadir pada rapat pembahasan terkait penolakan aktivitas penambangan Galian C dikoto kampar hulu ini.

BACA JUGA :   Tanah Longsor Di KM 110 Wilayah Desa Tanjung Alai Timbun Sebagian Badan Jalan

Bapak- bapak yang kami hormati pada siang yang berbahagia ini dimana tidak banyak yang dapat kami sampaikan ,namun kami menyarankan kepada kita semua agar kita memberikan saran atau pemasukan nantinya dengan berjiwa besar serta sopan dan santun.

” Karena kami yakin dan percaya disini semuanya adalah perwakilan dari masing- masing desa,tutupnya.

Ditempat yang sama, Kapolsek XIII Koto Kampar,AKP Budi Rahmadi ,SH dalam arahannya mengatakan, Seperti didesa Tanjung kemarin sudah ada pemberitahuan ke camat dan itu juga sudah kami sampaikan ke Bupati serta Tim Yustisi Kabupaten Kampar dan mungkin karena masalah Covid sehingga belum ada tanggapan.

“Jadi pihak masyarakat dikoto kampar hulu itu tidak setuju dengan adanya aktivitas Galian C didesanya, makanya masalah ini kami giring pada rapat pembahasan kita hari ini dimana sekarang sudah lengkap mulai dari Kepala desa, Ninik Mamak,Tokoh Agama, BPD ,Pemuda dan Mahasiswa,sebut Kapolsek.

Lebih lanjut dikatakan Budi Rahmadi, Terkadang Investor tidak tahu bahwasanya didesa kita ini tidak dibenarkan dibuka Galian C atau Kuary dan coba buat Spanduk mau masuk kedesa dengan bertuliskan kami warga desa Gunung Malelo tidak menginginkan adanya aktivitas Galian C dalam bentuk apapun didesa kami.

Saya minta tolong dibuat Spanduk dipintu masuk desa yang ada tempat aktivitas Galian C supaya dibuat Spanduk yang bertuliskan kami tidak menginginkan aktivitas Galian C dalam bentuk apapun didesa kami agar investor yang datang atau main- main melihat tulisan di spanduk itu tahu bahwa didesa tersebut tidak menginginkan adanya aktivitas Galian C sehingga investor takut mau masuk.

” Hasil rapat kita hari ini bahwasanya perwakilan masyarakat koto kampar hulu tidak setuju atau menolak dengan adanya aktivitas penambangan Galian C atau Kuary dikoto kampar hulu dan saya meminta buatlah Spanduk disana,pinta kapolsek sambil menutup pengarahannya.

BACA JUGA :   Dua Orang Staf Puskesmas Terkonfirmasi Positif Covid-19, Puskesmas Koto Kampar Hulu Ditutup Sementara

Adapun Hasil Notulen Rapat / Surat Pernyataan Kesepakatan adalah sebagai berikut :

1.Bahwa peserta rapat tetap setuju dan menguatkan pernyataan kepala desa Se- Kecamatan Koto Kampar Hulu tanggal 30 April 2019 dan kesepakatan Ninik Mamak serta Tokoh masyarakat kecamatan koto kampar hulu tanggal 5 Mei 2019 untuk menutup semua Galian C diwilayah Kecamatan Koto Kampar Hulu baik Legal maupun Ilegal.

2. Diharapkan kepada pemerintah kabupaten kampar melalui Tim Yustisi / Instansi tersebut agar dapat menertibkan dan menutup semua kegiatan Galian C diwilayah Kecamatan Koto Kampar Hulu baik Legal maupun Ilegal.

3.Peserta rapat ( Camat, Sekcam, Kapolsek,Danramil, Kepala desa, Ketua BPD, Ketua LPM, Ninik Mamak, Tokoh Masyarakat, Ketua Pemuda, Ketua Mahasiswa Se- Kecamatan Koto Kampar Hulu sepakat tidak mengizinkan serta menolak adanya Galian C dikoto kampar hulu baik Legal maupun Ilegal.

4.Akan menyurati Bupati bahwasanya dikoto kampar hulu tidak dibenarkan adanya Galian C baik Legal maupun Ilegal.

5.Apabila ada pihak yang melanggar surat pernyataan/ kesepakatan ini maka ditindak secara hukum Negara dan hukum Adat ( Bersedia mundur dari jabatan).

6.Surat pernyataan ini tidak dibatasi oleh waktu semenjak surat ini dikeluarkan.

Pantauan reportaseindonesia.id , Acara rapat pembahasan aktivitas penambangan Galian C tersebut berakhir dengan aman dan kondusif.

Penulis : Hargono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × 3 =