![]()
Pelalawan,reportaseindonesia.id | Wakil ketua Baznas ( Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Pelalawan , Ustadz Suardi, SHI lansung turun tangan dengan tehnik jemput bola dengan cara datang kerumah- rumah maupun kewarung- warung untuk mengambil Minyak Jelanta atau minyak bekas penggorengan.
Wakil ketua Baznas Kabupaten Pelalawan, Ustadz Suardi, SHI saat dikonfirmasi reportaseindonesia.id , Jumat (19/2/2021) menuturkan, Saya sengaja mendatangi atau jemput bola kebeberapa rumah warga, warung pecel lele, rumah makan, penjual gorengan dan lain – lainnya untuk mengambil minyak jelanta
” Minyak jelanta ini ada yang dibeli dan ada yang memang disedekahkan oleh warga, jelasnya.
Ditambahkannya, Ketika mengambil minyak jelanta atau minyak bekas gorengan dari warga terlebih dahulu saya menjelaskan bahwa di Baznas Kabupaten Pelalawan sekarang sudah ada program Bank Jelanta, dimana bank jelanta ini berfungsi menampung minyak jelanta.
” Minyak jelantah yang sudah terkumpul di Bank jelanta akan dijual ketempat pengelolaan minyak jelanta yang informasinya minyak jelanta ini akan diolah menjadi Bio Gas.
Hasil dari penjualan minyak jelanta ini akan dipergunakan untuk membantu kaum-kaum Dhu’afa, maka oleh sebab itu ketika bertemu warga saya menjelaskan tentang program ini sehingga ada juga warga yang menginfaqkan minyak jelanta tersebut.
Namun saya tetap menawarkan jika warga mau menjual maka Baznas tetap akan membelinya,tetapi jika warga berniat ingin menginfaqkan maka kami dari pihak baznas pelalawan sangat berterima kasih dan Insha Allah sorga allah menunggu mereka, ungkapnya.
Tidak hanya itu, lanjut ustadz suardi , Kita juga memberi pemahaman kepada warga tentang dampak kesehatan jika mengkonsumsi minyak yang sudah sering dipakai (minyak jelanta)
Ketika ditanya awak media kenapa tidak pakai anggota padahal mengangkat-angkat Jerigen kan berat? dan ustadz Suardi menjawab pertanyaan awak media Sambil tersenyum.
” Kalau bisa sendiri mengapa harus menyusahkan orang lain dan memang iya berat tetapi demi umat maka Insya Allah terasa ringan.
Jabatan tidak boleh membuat kita malu mengerjakan hal-hal seperti ini dan apalagi ini adalah pekerjaan untuk umat sebab selama ini tak banyak yang bisa saya lakukan untuk umat ini, tetapi kerja ini saya merasa saya bisa melakukannya demi umat, tuturnya.
Ustadz Suardi juga mengajak masyarakat untuk mengumpulkan minyak sisa- penggorengan.
” Saya mengajak masyarakat untuk tidak membuang minyak jelanta karena kalau dibuang maka itu juga kurang baik bagi lingkungan dan kumpulkan saja sebab kami (Baznas Pelalawan) akan membelinya.
Jika masyarakat menjual ke Baznas Pelalawan, maka masyarakat akan mendapat dua keuntungan yaitu yang pertama adalah keuntungan uang dari hasil penjualan serta yang kedua dengan menjual minyak jelanta ke Baznas secara otomatis masyarakat telah ikut menyumbang untuk membantu kaum Dhuafa sebab tujuan program ini untuk membantu kaum Dhuafa.
” Kalau masyarakat ingin menginfaqkannya maka Baznas Pelalawan sangat berterima kasih dan insya Allah Infaqnya akan menjadi amal ibadah,imbuhnya.
Penulis : Arisman
Editor : Hargono












