Jakarta,reportaseindonesia.id | Dalam rangka persiapan penugasan ke luar negeri, 12 personel calon Atase Pertahanan (Athan) RI melakukan kunjungan ke Sintelal dan diterima Paban IV Hublu Kersin Sintelal Kolonel Laut (P) Sumartono, S.E. di ruang tamu Hublu Mabesal, Senin (13/9) kemarin. Pada kesempatan ini para calon Athan RI mendapat nasehat dan petunjuk berkaitan dengan tugas yang akan dihadapinya.

Ke-12 calon Athan RI yang berpangkat kolonel ini yakni, Kolonel Simamora (Timor Leste), Kolonel Herwanto (New Zealand), Kolonel Aria (Mesir), Kolonel Dedy (Fiji), Kolonel Guruh (Malaysia), Kolonel Yulindo (Beijing), Kolonel Arie Cahyo (Bangkok), Kolonel Wirda (Belanda), Kolonel Abadi (Tokyo), Kolonel Agung (Spanyol), Kolonel Febri (Moskow) dan Kolonel Adi T (Warsawa).

Advertisement

Kolonel Sumartono kepada para calon Athan menerangkan bahwa tugas sebagai Athan RI tidaklah mudah, sehingga dalam melaksanakan tugas harus profesional dan sebagai Athan RI perlu memahami pentingnya informasi serta pengelolaan administrasi.

Pejabat Athan RI dituntut mampu memahami regulasi atau aturan dan ijin yang berlaku mulai Telegram, Circular Note baik untuk Kapal/Pesud Militer, serta syarat ijin yang harus di penuhi secara electronic seperti e-CAIT/FCIS 4.0. sehingga, apa yang menjadi resiprokal di negara tersebut bisa diketahu dan tidak menimbulkan konflik. Sedangkan bidang lainnya, para Athan RI harus mengikuti perkembangan Perpres tentang aktivitas militer di ZEE.

Lebih lanjut dikatakan Paban IV Hublu Kersin Sintelal bahwa sebagai Athan RI harus mampu merencanakan kegiatan dan bekerja sama dengan kantor Kedutaan RI serta melaksanakan koordinasi apabila ada kegiatan kunjungan muhibah seperti KRI yang ke luar negeri atau “port visit” disertai dengan alasan dan tujuan diplomasi dengan jelas. Pejabat Athan juga harus mampu merencanakan dan berkoordinasi berkaitan dengan latihan bersama dengan negara tempat bertugasnya mulai dari memahami dasar Memorandum of Understanding (MoU), Defence Cooperation Agreement (DCA), Navy to Navy Talk (NTNT), hasil pada Initial Planning Conference (IPC), Mid Planning Conference (MPC) sampai dengan Final Planning Conference (FPC) dan yang utama selalu menjaga koordinasi dan komunikasi.

BACA JUGA :   Kasal: Prajurit Marinir Harus Selalu Siap Melaksanakan Tugas Negara

“Koordinasi menjadi kunci utama dalam setiap menyelesaikan masalah, maka selalu jaga komunikasi, dan juga nama baik bangsa serta hubungan baik dengan negara sahabat”, tegas Kolonel Sumartono.

Kolonel Sumartono menambahkan bahwa berkaitan kondisi masa pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, maka pejabat Athan RI harus memahami dan perlakukan negara tujuan dengan baik untuk Kapal atau Pesud maupun kunjungan pejabat Militer RI, yang mana semua negara masih fokus penanganan Covid-19. (Agus)

Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut.