DAERAH  

Tak Direspon PT RAPP, AMP Akan Adakan Aksi Jilid II

Loading

Pelalawan, reportaseindonesia.id | Tidak satupun anggota dewan Pelalawan yang mau menjumpai masa aksi dan membuat para masa aksi kecewa serta menimbulkan berbagai dugaan.

Aliansi Masyarakat Pelalawan(AMP) berjanji akan adakan aksi jilid II dengan melibatkan masa aksi lebih besar lagi dan luapkan kekecewaan mahasiswa serta masyarakat ini di buktikan dengan membakar Ban didepan Gedung DPRD Kabupaten Pelalawan,
Rabu (1/3/2023) sekitar pukul 14:33 Wib.

Hal ini disaksikan langsung oleh tim media ini dan saat di wawancarai korlap satu, Suir Insan Arif mengatakan , Massa aksi mahasiswa meminta,
1.Pemerintahan RI untuk menutup pabrik RAPP dikarrnakan berdampak buruk dibumi melayu dan ini dibuktikan masyarakat sekitar mencium bau busuk yang menyengat sehingga mengurangi nafsu makan masyarakat.

Kebocoran gas beracun,
Hujan asam semenjak berdiri yang menyebabkan kerusakan atap rumah dipangkalan kerinci dan sekitarnya serta dampak sosial lainya.

” Oleh karena itu kami meminta pemerintahan RI memutup PT.RAPP, jelas Arif

Selanjutnya usai membakar ban para mahasiswa membentuk bundaran mengelilingi api sambil meneriakkan orasi , “Tutup PT.RAPP kami tidak ingin masyarakat musnah akibat Gas beracun hari ini boleh karyawan yang terkena imbasnya tidak tertutup kemungkinan lima atau sepuluh tahun yang akan datang masyarakat yang menjadi korban” .

Para wakil kami dprd pelalawan sebagai penyambung lidah masyarakat dengarkanlah suara kami jangan diam dan duduk manis di kantor ini, teriak para demonstaran.

Agus Riadi selaku Kordum,Suir Insan Arif korlap satu,
Raihan Afrinal Dumaianta selaku Korlap dua,Ogy Syaputra korlap empat,Qodri korlap lima,Givo vrabora korlap enam merasa kecewa kepada sikap DPRD Kabupaten Pelalawan.

“Tentu kami kecewa dengan sikap dari dewan perwakilan rakyat kita yang mana hari ini kita ingin menyampaikan aspirasi masyarakat akan tetapi tidak ada satupun dari anggota dewan yang hadir dan tentu kami bertanya tanya ada apa dengan sikap dewan kita.

BACA JUGA :   Tim Wasev Mabesad : Program TMMD ke-105 Kodim 0415/Bth Tepat Sasaran dan Sesuai Kebutuhan

Sebagai penutup para mahasiswa juga menyampaikan insya allah kita akan melakukan aksi jilid II dengan masa yang lebih besar untuk menuntut apa yang menjadi kehendak masyarakat.

“Tutup pabrik RAPP, Tutup pabrik RAPP, hidup mahasiswa, hidup perempuan indonesia, hidup warga kabupaten Pelalawan, hidup rakyat indonesia, teriak mahasiswa.

Terpisah panglimo Hulu balang petalangan saat dikonfirmasi menyampaikan rasa prihatin dan gerah atas sikap PT.RAPP yang sama sekali menganggap enteng terhadap para mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dipandang sebelah mata.

Apa mungkin perlu seluruh masyarakat pelalawan turun untuk mendudukan persoalan ini

“Ya kita cukup prihatin melihat adik -adik mahasiswa yang sepertinya tidak di anggap oleh perusahaan RAPP hari ini boleh jadi mereka hanya puluhan orang tapi mereka memiliki kampus yang tergabung dalam berbagai element dan jangan remehkan mahasiswa, kita sebagai pemuda pelalawan juga tidak akan tinggal diam, pungkas docok sapaan akrabnya.

Penulis: Arisman

Editor: Hargono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *