Kampar, reportaseindonesia.id|Camat Koto Kampar Hulu, Ahmad Begab,S.Sos,M.Si menyaksikan secara langsung antrian penyaluran bantuan pangan beras dari pemerintah yang digelar dikantor Camat Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau , Senin pagi ( 28/7/2025).
Camat Koto Kampar Hulu, Ahmad Begab,S.Sos,M.Si saat dikonfirmasi reportaseindonesia.id mengatakan, Ini hari kita menyaksikan pembagian bantuan pangan dari pemerintah berupa beras pada alokasi pada bulan Juni serta bulan Juli dan bantuan pangan ini nanti berkesinambungan hingga masa kepemimpinan bapak presiden Prabowo.
Jadi untuk kita ketahui bersama ini hari desa Tanjung mendapat 414 KK ( Kepala Keluarga) dan dikalikan 2 karung 1 KK berarti sebanyak 828 karung, sedangkan desa Tabing sebanyak 188 KK ,Pongkai 118 KK, Gunung Malelo 187 KK, Sibiruang 162 KK serta desa Bandur Picak 296.
” Jadi khusus untuk kecamatan koto kampar hulu kalau kita hitung goni berjumlah 2730 goni atau karung beras dengan berat 10 kg per karungnya,jelas Ahmad Begab.
Ahmad Begab menambahkan, Namun kendala kita dilapangan bahwa Aplikasi ini sangat merepotkan , terutama jaringan internet ditempat kita putus – putus , sehingga kami berharap juga kepada pemerintah untuk tahap berikutnya penyalurannya langsung saja kedesa , memang kemarin kami rapat dengan pihak Bulog kami hanya diberi 3 titik untuk penyalurannya yaitu didesa Tanjung, dikantor camat dan desa Sibiruang .
Karena jarak kita dekat kita bisa antar kedesa tanjung , gunung malelo informasinya dikantor desa , sehingga penyalurannya bantuan pangan ini lancar .
” Kami berharap kedepannya berkerja sama dengan Bulog agar titik – titik penyalurannya kita perdekat lagi sehingga mengingat satu titik itu sinyalnya bagus karena dikoto kampar hulu kita belum bisa memastikan setiap desa sinyalnya bagus,harapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, Kalau kita lihat sekarang terjadi penumpukan masyarakat atau antrian ,kan kasihan masyarakat kita yang jauh , sekali lagi kita berharap kepada Bulog agar kedepannya penyaluran bantuan pangan ini kita antar kesetiap desa ,biar dekat dengan desanya saat pengambilan beras bantuan tersebut.
Pendistribusian bantuan pangan ini tadi pagi mulai pukul 08.00 wib dan kalau bisa satu hari ini tuntas terbagikan semuanya , kalau tidak tuntas tetap kita bagikan disini nanti kita buatkan berita acaranya serta dipanggil lagi orang yang mendapatkan bantuan ini.
” Inti sarinya beras tidak ada yang dikembalikan dan dapat tersalurkan semuanya kepada penerima bantuan, ucapnya
Ahmad Begab menegaskan kalau ada penerima bantuan yang menjual berasnya akan diberikan sangsi.
” Kami memberikan Warning atau peringatan agar jangan sempat dijual bantuan beras ini dan kalau terindentifikasi ada masyarakat yang menjualnya, maka namanya akan kita coret dari bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah, tegas Ahmad Begab.
Penulis: Hargono












