DAERAH  

Gempur Karhutla di Dua Kabupaten, Prajurit Kodim 0313/KPR Masuki Hari Keenam Pendinginan Lahan

Pelalawan, reportaseindonesia.id |Memasuki hari keenam perjuangan melawan api, jajaran Kodim 0313/KPR terus mengerahkan personel secara masif untuk menuntaskan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di dua titik krusial, yakni Desa Rimbo Panjang (Kampar) dan Desa Merbau (Pelalawan). Hingga Senin sore (16/3), fokus utama tim gabungan telah bergeser dari pemadaman api terbuka menjadi proses pendinginan (cooling down) intensif guna memastikan sisa-sisa bara di bawah permukaan gambut benar-benar padam.

​Di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, personel Koramil 07/Kampar bersama Manggala Agni dan Polri berjibaku di lahan kebun nenas milik masyarakat seluas 15 hektare. Dari total luas tersebut, 10 hektare dipastikan telah padam total, sementara 5 hektare sisanya masih dalam tahap pendinginan. Untuk mengatasi sulitnya sumber air di lokasi tersebut, tim di lapangan mengambil langkah taktis dengan membangun embung darurat guna menyuplai air ke mesin-mesin pompa seperti Ministrek dan Mark3.

​Sementara itu, situasi di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, menunjukkan skala yang lebih besar dengan luas terdampak mencapai 40 hektare. Di lokasi ini, sebanyak 228 personel gabungan, termasuk dukungan besar dari RPK PT. Arara Abadi dan Koperasi RTBS, dikerahkan untuk memadamkan 25 hektare lahan, sementara 15 hektare lainnya masih menyisakan titik asap. Tim di lapangan terpaksa membangun sekat bakar menggunakan alat berat untuk memutus sebaran asap yang terus melebar akibat tiupan angin kencang.

​Hambatan serupa dialami tim di kedua wilayah tersebut, yakni lapisan gambut yang kering dan sangat tebal yang mampu menyimpan panas dalam waktu lama. Cuaca ekstrem dan angin kencang di Riau saat ini menjadi tantangan berat yang dapat memicu munculnya kembali api dari balik tanah. Meskipun titik api secara kasat mata sudah mulai padam, asap tebal yang masih membubung mengharuskan para petugas tetap bertahan di lokasi untuk melakukan penyiraman hingga ke akar-akar gambut.

BACA JUGA :   Tarif Puskesmas di Depok Alami Penyesuaian, Wali Kota Angkat Bicara

​Dandim 0313/KPR melalui jajarannya terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran di kedua titik tersebut. Untuk saat ini, prioritas utama adalah memastikan kesehatan masyarakat tidak terganggu oleh kabut asap. Seluruh personel tetap disiagakan di lapangan dengan peralatan lengkap hingga kondisi benar-benar dinyatakan hijau dan aman dari potensi kebakaran susulan.

Sumber: Pendim 0313/KPR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *