Pelalawan , reportaseindonesia.id |Pertempuran melawan api di Parit Koperasi, Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, memasuki hari keenam yang melelahkan. Hingga Senin (16/3), tim gabungan dari Koramil 03/Bunut bersama unsur terkait terus berjuang menjinakkan sisa-sisa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang telah menghanguskan lahan seluas kurang lebih 40 hektare.
Meski titik api besar mulai berangsur padam, ancaman belum usai karena asap tebal masih mengepul dari balik lapisan gambut yang kering dan dalam.
Kekuatan penuh dikerahkan untuk mencegah api kembali berkobar. Sebanyak 227 personel gabungan diturunkan ke titik koordinat 0°13’4,”N 102°16’7″E. Kekuatan ini terdiri dari prajurit TNI, 30 personel Manggala Agni, 175 personel RPK PT. Arara Abadi, serta dibantu oleh karyawan Koperasi RTBS dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Sinergi besar-besaran ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman Karhutla yang melanda wilayah Kabupaten Pelalawan saat ini.
Di bawah sengatan cuaca panas yang ekstrem dan hembusan angin kencang, tim di lapangan harus menghadapi medan yang sangat berat. Lahan gambut yang tebal dan kering menjadi tantangan utama karena api seringkali tersimpan di bawah permukaan tanah. Kondisi ini diperparah dengan terbatasnya sumber air di lokasi, sehingga mengharuskan tim menggunakan berbagai alat pemadam mulai dari 9 unit mesin pompa (Ministrek dan Ve20) hingga dukungan satu unit helikopter Water Bombing yang membombardir api dari udara.
”Tim masih berjibaku di lapangan. Fokus utama kami saat ini adalah pendinginan total agar api tidak menjalar kembali karena angin kencang bisa memicu bara yang tersisa,” ungkap perwakilan tim Koramil 03/Bunut di lokasi. Sebanyak 3 unit alat berat juga dikerahkan untuk membuat sekat bakar, sementara puluhan selang dan nozzle terus menyemprotkan air ke titik-titik asap yang masih tebal dan berpotensi melebar.
Hingga laporan ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran dan pemilik lahan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Situasi di lokasi masih dipenuhi asap pebal, namun komitmen ratusan personel yang tetap bertahan di garis depan menjadi tumpuan harapan agar bencana ini segera berakhir. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan komando atas untuk memastikan ketersediaan logistik dan peralatan tempur api tetap terjaga hingga bumi Merbau benar-benar dingin kembali.
Sumber: Pendim 0313/KPR












