Kampar , reportaseindonesia.id |Semangat gotong- royong dan kemanunggalan TNI-Rakyat begitu kental terasa di lokasi pembangunan Jembatan Perintis Garuda, Desa Gajah Bertalut, Kecamatan Kampar Kiri Hulu.
Puluhan warga setempat secara swadaya dan penuh antusias turun ke lapangan untuk membantu personel Satgas Kodim 0313/KPR mempercepat pengerjaan fisik jembatan, Senin (18/5/2026).
Kehadiran warga yang membaur bersama para prajurit TNI ini menjadi motor penggerak utama dalam menghadapi berbagai tantangan berat di lapangan, mulai dari lansir material secara manual hingga pengerjaan struktur atas bentangan jembatan.
Gotong- royong desa Gajah Bertalut yang berada di pedalaman Kampar Kiri Hulu memang memiliki tantangan aksesibilitas yang tinggi.
Karena material jembatan harus diangkut menggunakan sampan menyusuri jalur air dan dilangsir secara manual, keterlibatan aktif masyarakat menjadi sangat krusial.
Melihat dedikasi para prajurit Kodim 0313/KPR yang bekerja tanpa kenal lelah, warga desa berbondong-bondong memberikan bantuan tenaga.
Mulai dari kaum pemuda hingga orang tua, bahu-membahu memanggul material, menyiapkan papan lantai, hingga membantu penarikan komponen jembatan.
Dandim 0313/KPR melalui tim pelaksana lapangan menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas partisipasi luar biasa dari masyarakat Desa Gajah Bertalut.
”Antusiasme warga di sini sungguh luar biasa dan mereka tidak hanya menonton, tetapi benar-benar terjun langsung bekerja bersama anggota kami dilapangan.
Hubungan emosional yang erat serta semangat gotong- royong inilah yang membuat pekerjaan berat menjadi terasa lebih ringan dan ini adalah bukti nyata bahwa TNI bersama Rakyat tidak dapat dipisahkan, ungkap perwakilan Satgas di lokasi.
Jembatan Perintis Garuda yang didanai oleh Mabesad ini dirancang sepanjang 96 meter melintasi Sungai Subayang. Bagi 845 jiwa (265 KK) warga Desa Gajah Bertalut, jembatan ini adalah impian besar yang akan segera menjadi kenyataan.
Kehadiran infrastruktur kokoh ini nantinya akan mengakhiri kekhawatiran warga terhadap ancaman banjir yang kerap memutus total urat nadi perekonomian dan akses pendidikan anak-anak sekolah.
Sumber: Pendim 0313/KPR












