DAERAH  

Tantangan Terbuka, Supian Suri Ditantang Buktikan “Nyali” Bongkar Bangunan Tanpa IMB

Depok, reportaseindonesia.id | Ketegasan Pemerintah Kota Depok dalam menegakkan aturan tata ruang kembali diuji. Kali ini, kritik tajam datang dari lingkaran internal pendukungnya sendiri.

Atet Handiyana Sihombing, yang merupakan salah satu ketua elemen tim sukses pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Supian Suri – Chandra Rahmansyah, melayangkan protes keras dan mendesak pemerintah untuk bersikap adil tanpa pandang bulu.

Kekecewaan Handiyana bermula dari dugaan kebijakan yang dinilai “tebang pilih” dalam penegakan regulasi daerah, terutama terkait izin investasi dan pendirian bangunan.

“Warga miskin dipaksa taat, sedang pemerintah dengan entengnya begitu,” ujar Handiyana dengan nada kecewa kepada wartawan di Depok, Sabtu (19/9/2026).

Dalam pernyataannya, Handiyana menyoroti kasus dugaan pelanggaran administratif dan penyalahgunaan wewenang yang mencuat baru-baru ini, khususnya terkait Yayasan Arridho Jatimulya yang menaungi SDIT Uswatun Hasanah.

Menurutnya, penanganan kasus-kasus seperti ini kerap menunjukkan ketidakadilan, di mana masyarakat kecil kerap menjadi sasaran penertiban, sementara pelanggaran di tingkat tertentu luput dari tindakan tegas.

Tidak hanya itu, ia juga membeberkan sejumlah dugaan pelanggaran pihak swasta yang hingga kini dinilai mendapat pembiaran. Salah satu contoh mencolok yang diangkat adalah bangunan milik Bakti Karya yang berdiri di atas aliran kali.

“Bangunan Bhakti Karya yang jelas berdiri di atas aliran kali hingga saat ini tidak pernah dibongkar. Malah wali kota datang saat Bhakti Karya ulang tahun,” ungkap Handiyana menyayangkan sikap tersebut.

Mantan petinggi klub sepak bola ini menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan murni didasari oleh keprihatinan terhadap ironi penegakan hukum di Kota Depok, tanpa ada kepentingan pribadi di baliknya.

Ia lantas menantang komitmen jajaran pimpinan Pemkot Depok, khususnya Wakil Wali Kota yang kerap tampil tegas di media massa dalam menyikapi pelaku usaha nakal. Menurutnya, saat inilah momen paling tepat untuk membuktikan ketegasan tersebut melalui langkah nyata di lapangan.

BACA JUGA :   Semangat Gotong- Royong Menerobos Malam, Pembangunan MCK Dusun 1 Terus Dipacu

“Ayo dong sekarang momen yang tepat ini, sidak dong setiap bangunan yang diinformasikan berdiri tanpa izin,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *