![]()
Kampar,reportaseindonesia.id | Diduga gunakan Peluru Bius, 4 ekor Sapi milik warga desa Bandur Picak, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau ini Raib digasak maling dalam waktu semalam baru-baru ini dan tentunya dengan kejadian tersebut membuat warga setempat resah, terutama warga yang beternak sapi.
Informasi yang diperoleh reportaseindonesia.id dilapangan bahwa kejadian tersebut terjadi pada senin malam tanggal 26 Oktober tahun 2020 kemarin.
” Iya memang benar maling Sapi didesa Bandur Picak sudah terjadi lagi sehingga telah meresahkan warga setempat, terutama para peternak sapi dan saya salah satu korban yang kehilangan sapi sebanyak 3 Ekor.
Satu ekor Betina dalam keadaan mengandung serta 2 ekor Jantan dan korban yang kehilangan satu orang lagi yaitu sapi milik pak H. Sagir , dimana ia kehilangan satu ekor sapi induk Betina .
” Kejadian kehilangan 4 ekor sapi dalam satu malam tersebut tepatnya hari senin malam tanggal 26 Oktober tahun 2020 kemarin,ungkap salah seorang warga Bandur Picak yang kehilangan 3 ekor sapinya, Kamardi (58) saat dikonfirmasi reportaseindonesia.id, rabu (4/11/2020).
Lebih lanjut dikatakan Kamardi, Cara penangkapan sapi tersebut dan sesuai dengan Barang Bukti ( BB) yang didapati oleh Pengembala bahwa mereka ( Maling) itu menggunakan Peluru Bius yang didapat ditelinga sapi, sehingga sapi yang ditembak tepat ditelinganya tidak dapat dibawa oleh Pencuri tersebut.
” Peluru bius yang didapati oleh pengembala sapi itu sekarang telah kita amankan, terangnya.
Ditambahkannya, Kalau saya selaku korban dan yang jelas perbuatan mereka itu sudah salah karena hak milik orang lain sudah diambil tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Harapan saya dan juga sekaligus saya menghimbau kepada seluruh pemilik sapi yang ada didesa Bandur Picak untuk sama-sama kita Waspada.
“Serta kepada pemerintah setempat atau penegak hukum supaya bagi pendatang- pendatang yang liar atau mobil yang masuk dimalam -malam hari didesa kita itu perlu kita waspadai sebab tujuannya kita tidak tahu, harapnya.
Penulis : Hargono












