Depok,reportaseindonesia.id | Terkait dengan adanya tudingan miring terhadap Anggota DPRD Kota Depok yang resmi dilantik beberapa waktu yang lalu, Fraksi PDIP merasa dilecehkan akibat tudingan Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Depok yang dimuat oleh salah satu media cetak nasional. Ketipan dalam media tersebut mengatakan bahwa 50 Anggota DPRD Kota Depok sejak dilantik tidak pernah masuk dalam kantor dan tidak berkerja.

Menanggapi hal tersebut Ketua PAC PDIP Kota Depok Hendrik Tangke Allo dihadapan wartawan menyampaikan, sangat penting bagi kami untuk konpres terkait pemberitaan tersebut.

Advertisement

” Disitu pak Zamrowi (Sekwan) bilang tanggal 3 September kemarin katanya tidak ada anggota dewan yang ngantor. Apalagi ini jadi konsumsi publik, faktanya tidak demikian dan bukan sekedar keresahan. “ujarnya saat ditemui di Ruangan Fraksi PDIP Kota Depok. Kamis (26/9/2019).

Lebih lanjut dirinya menambahkan, akibat pemberitaan tersebut DPRD Kota Depok menjadi bahan caci maki di beberapa media sosial, hal ini berdampak luas dan efek nya jelek kepada sebuah lembaga. Citra anggota DPRD juga jadi jelek, apalagi ada di Medsos nama DPRD dianggap sangat buruk di mata masyarakat.

Hendrik menuding Sekwan telah berbohong dalam hal ini, padahal setelah dilantik seluruh fraksi melakukan rapat serta membahas tatib.

“Kami punya fakta data dan bukti setelah pelantikan, Bamus menyusun tatib dan dihadiri seluruh Fraksi Kita kerja dan untuk susun program DPRD selanjutnya,”imbuhnya

Selain itu hampir setiap Fraksi di DPRD Kota Depok melakukan aktifitas sebagai anggota DPRD untuk itu tudingan Sekwan sangat tidak berdasar.

” Fraksi PKS, Fraksi Gerindra, Golkar juga sama seperti kami, Apa yang disampaikan pak Zamrowi satu pun tak ada yang benar, Bahkan kami di PDIP setiap hari ada FGD dan kami undang dari kalangan akademisi dan minta masukan dan terkait program pembangunan ke depan,”jelasnya

BACA JUGA :   Walikota Depok Himbau Warga Agar Tenang Terkait Virus Corona

Ia meminta kepada Zamrowi agar segera melakukan klarifikasi terkait statement nya di media tersebut. Jika tidak pihaknya akan mempermasalahkan hal tersebut.

“Kami minta Sekwan klarifikasi dan meminta maaf atas statement yang disampaikan ke media tersebut,” pungkasnya.

Ditempat yang sama Ketua Fraksi PDIP Kota Depok, Ikravani Hilman menambahkan sejak dilantik tanggal 3 September pihaknya melakukan rapat perdana yang telah di jadwalkan Sekwan.

” Dua Minggu setelah itu kami rapat lagi, pimpinan fraksi usulannya kami masukkan itu juga rapat,” katanya sambil menunjukan bukti foto hasil rapat.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa tanggal 10 terbentuk Fraksi serta rapat paripurna kemudian usulan pimpinan DPRD definitif, selanjutnya tanggal 9 rapat panjang 16, 17, 18 rapat pasang Tatib termasuk pembentukan AKD. Jumat tanggal 20 itu paripurna harusnya mengangkat pimpinan definitif tapi ada hasil usulan diserahkan ke Jawa Barat, rapat lagi akhirnya Jumat besok disepakati pelantikan, “pungkasnya.

Dalam konpers tadi siang Fraksi PDIP juga mengambil sikap terkait dengan adanya obat kadaluarsa yang beredar di beberapa Puskesmas di Kota Depok, pihaknya akan melakukan sidak terkait hal tersebut. (Agus)