Pelalawan, reportaseindonesia.id | Penasaran dengan cepatnya habis BBM ( Bahan Bakar Minyak) jenis Premium di SPBU Lubuk Terap, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau namun didepan SPBU itu sendiri para pedagang yang menjual minyak jenis premium yang menjual eceran banyak berjejeran.

Untuk mencari data dan fakta dilapangan terkait ada kejanggalan di SPBU tersebut,reportaseindonesia.id mencoba untuk menelusurinya,jum’at malam ( 28/02/2020) sekitar pukul 23.00 wib dengan mendatangi SPBU di Lubuk Terap guna untuk melakukan Investigasi dengan berpura-pura membeli minyak jenis Premium.

Advertisement

Pantauan reportaseindonesia.id tiba di SPBU terlihat maraknya pembeli minyak jenis Premium yang menggunakan Jerigen dan yang parahnya lagi para pembeli BBM jenis Premium menggunakan jerigen itu tidak hanya yang mengenderai Sepeda Motor saja tetapi mereka membeli minyak jenis premium dengan diisi kedalam jerigen dengan dianggkut kenderaan roda empat serta juga
terpantau disamping tempat pengisian minyak terparkir mobil mirip avanza terlihat seorang pria sibuk keluar masuk dari mobilnya membawa jerigen yang sudah diisi minyak jenis premium.

Salah seorang warga saat berdiri tidak jauh dari tempat pengisian minyak yang tidak mau disebutkan namanya alasan demi keamanan ketika diwawancarai reportaseindonesia.id mengatakan, Nama saya jangan ditulis pak wartawan sebab bahaya kalau mereka tahu informasinya dapatnya dari kami.

Minyak berjenis premium selalu datang malam antara pukul 22.00 wib sampai pukul 00 tengah malam dan ketika minyak datang para pembeli dengan menggunakan jerigen itu sudah pada Antri untuk membeli minyak jenis premium tersebut.

” Maka kalau minyak itu datang malam dan minyak itu paling lama bertahan di SPBU itu cuma sampai tengah hari besok serta lewat dari tengah hari jangan harap ada lagi minyak berjenis premium di SPBU di Lubuk Terap ini, bebernya.

BACA JUGA :   Tunas Muda Pelalawan Sampaikan Aspirasi Ke Senayan Jakarta

Ia juga mengaku kecewa ditengah Ekonomi sulit seperti ini tetapi ada saja orang yang mengambil keuntungan padahal masyarakat sudah susah.

Secara tidak langsung pengusaha-pengusaha itu juga ikut membuat masyarakat menjadi susah sedangkan pedagang-pedagang itupun hanya memikirkan keuntungan saja tidak memikirkan kesusahan orang lain.

Mereka beli minyak premium di SPBU itu dengan harga Rp 6.450 perliter serta dijualnya didepan SPBU itu pakai botol aqua yang isinya minyak jenis Premium tapi saya tak yakin lebih dari 1 liter itu dengan harga Rp 10.000.

” Artinya hampir separoh para pedagang eceran itu mengambil untung padahal mereka hanya menjual didepan SPBU saja tanpa ada biaya Transportasi untuk biaya angkutan dan Fenomena ini sudah berlansung sangat lama sejak dari dulu-dulunya, tandasnya dengan nada kesal.

Terpisah,Seorang warga Sorek , Jasri mengungkapkan,
Saya hampir tidak pernah dapat beli premium di SPBU Lubuk Terap itu dan Informasinya minyak datang ke SPBU itu malam hari sekitar pukul 23.00 wib serta minyak itu hanya dapat bertahan paling lama sampai tengah hari saja, sementara saya datangnya sore makanya saya tak kebagian.

” Kalau pagi saya kesana jam 06.30 sekalian berangkat kerja tapi SPBU nya belum buka, ujar Jasri menuturkan kepada reportaseindonesia.id ,Sabtu (29/02/2020).

Jasri berharap kepada pemerintah agar membuat aturan yang menegaskan pedagang eceran minyak baik premium maupun solar baru diperbolehkan menjual eceran minyak apabila tempat dia menjual minyak itu berjarak beberapa KM dari SPBU seperti misalnya 4 hingga 5 KM dari SPBU serta itu dibuktikan dengan adanya surat izin dari pemerintah.

“Jadi pihak SPBU tidak boleh menjual minyak kepedagang Eceran tanpa menunjukkan surat izin dari pihak pemerintah, harapnya.

BACA JUGA :   Musrenbangdes Talau,Masyarakat Fokus Pada Semenisasi dan Jembatan

Penulis : Arisman

Editor : Hargono