Mantap… Pendamping PKH Desa Bandur Picak Pasang Labelisasi Disetiap Rumah KPM

Loading

Kampar,reportaseindonesia.id | Petugas Pendamping PKH ( Program Keluarga Harapan ) desa Bandur Picak, Rina Hardi dengan didampingi unsur Upika Kecamatan Koto Kampar Hulu dan kepala desa Bandur Picak pasang Labelisasi PKH disetiap rumah KPM ( Keluarga Penerima Manfaat) secara Seremonial, tepatnya didusun V Batas desa Bandur Picak, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, senin (12/10/2020).

Pemasangan Labelisasi PKH tersebut didampingi oleh Camat Koto Kampar Hulu, Ahmad Beban ,S.sos ,M.si , Babinsa desa Bandur Picak , Serka Mulyadi, Bhabinkamtibmas desa Bandur Picak, Brigadir Faisal Boebata ,Kepala desa Bandur Picak, Rais Adli, SE, Sy bersama Kaur Keuangan , M.Ali Gusni , Kasi Kesra ,M.Juwaini , Kasi Pelayanan , Hafizzunardi , Ketua BPD desa Bandur Picak, Abdullah ,Kepala dusun ( Kadus ) III Batas, Sofyan dan Kadus V Batas, Alfendi.

Petugas pendamping PKH desa Bandur Picak, Rina Hardi saat dikonfirmasi reportaseindonesia.id menuturkan, Ini hari kita melakukan proses pemasangan Labelisasi rumah Keluar Penerima Manfaat atau KPM yang menerima bantuan Program Keluarga Harapan ( PKH ) dan BPNT ( Bantuan Pangan Non Tunai ) dengan didampingi oleh bapak camat koto kampar hulu, TNI dan Polri serta Kepala desa Bandur Picak bersama perangkat desanya.

” Sekarang untuk pemasangan Labelisasi PKH secara Seremonial yang telah kami pasang sekitar 6 rumah KPM didusun V Batas dimana ini hari juga langsung akan kita pasang semuanya Labelisasi kerumah- rumah KPM dan diperkirakan nanti sampai jam 15.00 wib hingga selesai,ucapnya.

Pendamping PKH desa Bandur Picak ini menambahkan, Setelah kita pasang Label PKH didusun V Batas ini serta kita akan lanjutkan kedusun- dusun lainnya yang ada didesa Bandur Picak dan kalau untuk didesa lainnya diwilayah kecamatan koto kampar hulu dimana kita belum mendapatkan informasi tetapi yang jelas saat ini didesa Bandur Picak karena untuk didesa lain beda lagi pendampingnya.

BACA JUGA :   Bupati Kampar Hadiri Penobatan Datuok Godang Kenegarian Terantang Tambang

Kalau saya khusus pendamping PKH didesa Bandur Picak serta desa Gunung Malelo dan untuk pemasangan label didesa Gunung Malelo kita belum dapat informasinya.

” Harapan saya selaku pendamping PKH desa Bandur Picak apapun jenis bantuan yang keluar itu tepat sasaran agar tidak menimbulkan kesenjangan ditengah- tengah lapisan masyarakat karena terkadang ada kami temukan satu rumah mendapatkan sampai 2 bantuan dan dengan adanya dipasang Labelisasi ini kita tahu dirumah itu telah mendapatkan bantuan dari pemerintah sehingga untuk bantuan yang lainnya mereka tidak bisa dapat lagi,harapnya.

Ditempat yang sama, Camat Koto Kampar Hulu, Ahmad Begab, S.sos ,M.si saat dimintai tanggapan sehubungan pemasangan Labelisasi PKH dirumah Keluarga Penerima Manfaat mengatakan, Saya sangat berterima kasih dari pemerintahan kecamatan dan baik dari pemerintahan desa Bandur Picak sehingga hari ini apa yang direncanakan oleh pendamping PKH kita bersama pak kades yaitu terwujudnya Labelisasi terhadap rumah Keluarga Penerima Manfaat ( KPM) yang betul- betul menerima bantuan Program Keluarga Harapan atau PKH.

Kita tahu didesa Bandur Picak ada sekitar lebih kurang 175 KPM dan tadi sudah kita pasang Label bersama unsur Upika kecamatan dimana pak Danramil diwakili oleh pak Mulyadi , pak Kapolsek diwakili oleh pak Faisal beserta Kadus , pendamping dari Dinas Sosial serta pemilik E -Warung PKH.

” Jadi kami sampaikan tadi terhadap masyarakat kita dan bagi yang merasa keberatan silahkan keluar karena patah satu tumbuhnya 40 kata pak kades tadi, berarti keluar satu orang 40 orang siap masuk PKH, tegas Ahmad Begab.

Ahmad begab menjelaskan, Kita tahu program PKH ini sudah lama serta sudah berapa banyak diindonesia, sudah berapa banyak orang yang sekolah gara- gara PKH diprioritaskan.

“Tadi sempat saya berkomunikasi dengan salah satu peserta PKH dimana beliau ada mempunyai 2 orang anak serta dia mendapatkan bantuan uang lebih kurang 200 ribu, beras 10 Kilogram ( KG) , telor, ikan Teri dan itukan cukup membantu mereka.

BACA JUGA :   BKPSDM Berikan Enam Program Guna Menuju Depok Unggul

Jadi harapan saya kepada masyarakat yang menerima PKH ini betul- betul memanfaatkan bantuan tersebut dan satu lagi yang harus kita waspada karena sekarang Pandemi Covid- 19.

” Peserta PKH yang tidak pakai Masker kedapatan saat kami razia akan diperingati untuk menerima PKH berikutnya ,berarti kita melakukan pengawasan dibidang penerima bantuan dan sudah jelas mereka menerima bantuan dari pemerintah masak mereka pula yang tidak mau memakai Masker, sebutnya.

Lebih lanjut dikatakan Ahmad Begab, Jadi kami titipkan kepada bapak kepala desa warganya serta siapapun warga sekarang harus memakai masker dan kami pun menyadari sekali mungkin Labelisasi ini yang Perdana dikabupaten kampar.

Maka selanjutnya kita berharap dikecamatan koto kampar hulu ini dan hari ini pemasangan Label PKH didesa Bandur Picak mungkin minggu besok didesa Sibiruang, dimana target kita satu bulan ini selesai dikoto kampar hulu.

” Siapapun yang menerima PKH berarti rumahnya yang akan dipasang Label sehingga kita tidak lagi menerima bantuan seperti kucing dalam karung yang tidak jelas siapa yang menerima,tandasnya.

Sementara itu kepala desa Bandur Picak, Rais Adli ,SE,Sy menyebutkan, Yang jelas kita memasang Labelisasi hari ini berdasarkan koordinasi bersama pihak BPD ( Badan Permusyawaratan Desa ), Pendamping PKH,Bhabinkamtibmas ,Babinsa dan keseluruhan dari pada ini dimana itu gunanya untuk Menginventarisir yang mendapatkan PKH guna menepis isu- isu yang beredar didesa Bandur Picak bahwa katanya PKH tidak tepat sasaran, makanya hari ini kita menginventarisir.

” Bagi mereka yang malu dengan Labelisasi didepan rumahnya masing- masing dan nanti secara otomatis kita akan keluar dari PKH serta BPNT, kata Rais Adli.

Orang nomor satu didesa Bandur Picak ini menerangkan, Hari ini adalah mulai pertama dikerjakan Labelisasi dan data yang kita himpun didesa Bandur Picak ini penerima PKH sebanyak 175 Kepala Keluarga ( KK ), penerima BPNT sebanyak 122 KK serta ditambah perluasan BPNT sebanyak 49 KK.

BACA JUGA :   Komunitas Motor NRP Berbagi Masker Cegah Penyebaran Covid-19 di Pelalawan

Jadi total keseluruhan rumah yang mendapatkan bantuan didesa Bandur Picak akan kita pasang Labelisasi karena selama ini kita tidak tahu penerima PKH itu siapa orangnya dan dengan adanya Labelisasi ini kita jelas nanti tahu semuanya bisa melihat bahwasanya si A ini mendapatkan PKH serta si B ini mendapatkan BPNT.

” Tujuan pemasangan Labelisasi tersebut sebenarnya agar lebih jelas menunjukkan Identitas masyarakat seperti apa identitasnya sekarang dan apakah mereka layak mendapatkan bantuan ataupun tidak itu nanti kajian berikutnya, jelasnya.

Ketua BPD desa Bandur Picak, Abdullah saat diwawancarai awak media terkait pemasangan Labelisasi tersebut mengatakan, Harapan saya adalah agar data- data ini Kongkrit tidak timpang tindih dan tepat sasaran karena selama ini kalau tidak ada dipasang Labelisasi itu akan samar- samar untuk menentukan identitas orang itu.

” Dengan adanya Labelisasi ini dan bagi orang yang tidak wajar menerima bantuan PKH maupun BPNT akan merasa sendiri, pungkasnya.

Penulis : Hargono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *