Diisolasi Selama 5 Hari di RS Hermina Depok, Ternyata Hasil Swab Negatif Covid-19 Pasien Sempat Depresi

0
2165

Depok,reportaseindonesia.id | Penyebaran Covid-19 diwilayah Kota Depok menjadi perhatian beberapa pihak salah satunya dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Namun tidak menutup kemungkinan pandemi Covid-19 dimanfaatkan beberapa pihak.

Di Rumah Sakit Hermina Kota Depok, salah satu pasien berinisial LS yang sebelumnya sempat rawat jalan di RS Husada Ciriung karena terkendala biaya pasien mengurus SKTM. Setelah diperiksa di Puskesmas Villa Pertiwi, dirujuk ke Rumah Sakit Centra Medika karena di Centra Medika tidak memiliki alat untuk melakukan oprasi Tumor Ovarium dan Kista maka dokter menganjurkan ke RS Hermina Depok. Padahal di tiga tempat tersebut LS dinyatakan negatif Covid-19.

Pemuda Batak Bersatu dan Horas Bangso Batak saat membantu pasien di RS Hermina Depok

Akan tetapi sesampainya di RS Hermina diabaikan karena menggunakan pendaftaran Bansos, setelah menunggu 5 jam baru dimasukan keruang IGD tanpa diberikan penanganan. Sekitar jam 23.00 hari kamis (07/10/2020) pasien dinyatakan reaktif Covid-19 pasien langsung diisolasi dilantai 6 selama 5 hari.

Ketua Horas Bangso Batak (HBB), Marlana Siringoringo menyampaikan pasien LS dengan alasan reaktif Covid dipaksa untuk diisolasi di lantai 6 RS Hermina Depok selama 5 hari. Tanggal 10 dilakukan swab dan hasilnya hari ini ternyata negatif Covid-19

“Pasien merasa tertekan saat diisolasi bahkan sempat depresi karena pasien merasa dirinya tidak terkena Covid-19,” tutur Marlana. Selasa (13/10/2020)

Hari ini Ormas Pemuda Batak Bersatu dan Horas Bangsa Batak menyambangi RS Hermina untuk membatu pasien LS supaya dapat dipindah ke ruang rawat inap biasa.

“Alhamdulillah hari ini pukul 22.00 wib pasien sudah dipindahkan keruang inap lantai 3. Harapan kami semoga segera dilakukan penangan operasi Tumor Ovarium dan Kista supaya pasien lekas sembuh,” pungkas Marlana.

Ketua DPC PBB, Edi Hotman Saragih saat dihadapan awak media

Ditempat yang sama, Ketua Pemuda Batak Bersatu, Edi Hotman Saragih mengatakan ini salah satu giat sosial kami untuk membantu masyarakat

BACA JUGA :   Dirlantas PMJ: Pastikan Anggota Dalam Keadaan Sehat Sebelum Melakukan Penyemprotan Disinfektan

“Kedatangan kami disini untuk membantu salah satu pasien yang dinyatakan terpapar Covid-19, tapi alhamdulillah hari ini hasil swab sudah keluar dan hasilnya negatif,” ujar Edi.

Kami berharap, seluruh rumah sakit agar tidak memanfaatkan pandemi Covid-19

” Saya berharap seluruh rumah sakit tidak main-main mengenai Covid-19, kalau tidak mau berhadapan dengan kami. Kami siap menjadi garda terdepan membatu pasien yang dinyatakan Covid-19 tetapi padahal hasilnya tidak positif,” pungkasnya.

Salah satu Dokter memberikan keterangan dihadapan PBB dan HBB serta awak media

Sementara itu, salah satu Dokter RS Hermina Depok yang enggan disebutkan namanya menjelaskan terkait isolasi yang dilakukan kepada pasien LS merupakan prosedur dari Rumah Sakit

“Itu sudah prosedur rumah sakit, untuk hasil swab nya hari ini dinyatakan negatif dan pasien akan kami pindahkan ke ruang rawat inap lantai 3,” jelasnya.

Sebelumnya pihak rumah sakit merasa keberatan dengan hadirnya awak media yang datang bersama PBB dan HBB saat menemui Dokter untuk meminta kejelasan, bahkan scurity RS Hermina beniat meminta wartwan keluar dari ruangan dan tidak memperkenankan wartawan mengambil gambar dan merekam percakapan.

Penulis: Agus Suyono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one + 14 =