![]()
Depok,reportaseindonesia.id | Dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) melaksanakan kegiatan program studi kesehatan masyarakat program sarjana dalam rangka sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat tahun yang Ke-4 yang dilaksanakan di RT 01 RW 07, Bulak Barat, Cipayung, Kec. Cipayung, Kota Depok. Minggu (11/04/2021)
Tim Dosen UPNVJ yang terdiri dari Terry Yuliana R.P., SKM, MKM bersama Ulya Qoulan Karima, SKM, M.Epid dan Chahya Kharin H, S.Keb, Bd, MKM serta didampingi dua mahasiswi UPNVJ Arnur Oktafiyanti, Nadia Ramadhanty mengambil tema ‘pembentukan tim remaja peduli kesehatan reproduksidi era pandemi Covid-19 “Ciptakan Handbook sebagai Bekal Masa Depan”.

Dosen Chahya Kharin H, S.Keb, Bd, MKM dalam kesempatan ini memaparkan kepada peserta betapa pentingnya mengenali organ reproduksi pada remaja
“Tadi tentang kesehatan reproduksi, tapi kan kalau dari WHO komprehensif sexual education banyak. Kita menyesuaikan usianya kebetulan ini saya 17 tahun ke atas jadi terkait sistem reproduksi kemudian kehamilan sama terkait pendewasaan usia perkawinan,” ujar Chahya
Saat ditanya betapa pentingnya pengetahuan kesehatan dan mengenal organ reproduksi, Chahya menjawab penting banget
“Penting banget, sebenarnya juga kita lihat angka kematian ibu di sini kan nggak turun-turun itu kan pasti cukup tinggi dan salah satunya adalah karena kehamilan di usia muda itu terlalu mudah hamil,” terangnya.
Dirinya berharap remaja diwilayah Cipayung bisa berkarya sebagai anak remaja. “Harapannya di sini teman-teman ini bisa lebih berkarya itulah sebagai anak remaja nanti jadi kami itu di usia yang tepat dan matang gitu jadi cara organ reproduksi secara mental dan juga sosialnya juga matang,” pungkasnya.

Ditempat yang sama Ulya Qoulan Karima, SKM, M.Epid memambahkan, tadi saya menyampaikan tentang 3 modul yang menjadi panduan remaja untuk memahami dirinya jadi produknya dibagi menjadi tiga yaitu modul tentang berani beraksi dan berkolaborasi
“Tiga modul ini dibuat oleh BKKBN tahun 2020. Modul pertama tentang berani itu ditunjukkan untuk remaja awal usia 10 sampai 14 tahun, kemudian modul yang beraksi itu adalah untuk usia remaja 15 sampai 19 tahun untuk remaja tengah dan untuk kemudian yang modul berkolaborasi untuk remaja usia 20 sampai 24 tahun,” terangnya.
Tujuannya harapannya adalah agar remaja di setiap tingkat umurnya itu bisa memahami karakteristik
“Baik dari segi fisik mental dan sosial sehingga mereka bisa menjadi remaja yang sehat secara reproduksi baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungan sekitarnya,” tutupnya.
Kegiatan juga diisi dengan kuis tanya jawab sekitar pemahaman tentang organ reproduksi dan serta kesehatan dimasa pertumbuhan remaja.
Seluruh peserta diwajibkan untuk menggunakan masker guna mencegah penyebaran Covid-19. Kegiatan ditutup dengan pembuatan Handbook.
Penulis: Agus Suyono












