DAERAH  

Ketua Pemuda Bandur Picak Terpilih Pinta Koperasi Selesaikan Pola KKPA dan Segera di Bagikan

580 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Kampar, reportaseindonesia.id | Ratusan KK (Kepala Keluarga) yang ada didesa Bandur Picak, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau sangat berharap akan haknya dalam pembagian kebun Plasma Pola KKPA kepada PT. KTBM ( Karya Tama Bakti Mulia).

PT. KTBM tersebut hadir didesa Bandur Picak sejak tahun 2008 dan mulai ditanami Kelapa Sawit sejak tahun 2012 hingga sekarang sudah panen Ratusan Ton setiap bulannya , namun hasil serta manfaatnya belum juga dapat dirasakan oleh masyarakat tempatan sampai saat ini.

Padahal kebun kelapa sawit yang dikelola oleh Koperasi Siabu Jaya dimana sekarang berganti namanya menjadi Koperasi Produsen Sawit Siabu Jaya Bersama yang bermitra dengan PT. KTBM adalah merupakan satu-satunya harapan dan tumpuan masyarakat desa bandur picak untuk dapat mengembangkan atau meningkatkan Ekonomi keluarga mereka di Sektor perkebunan kelapa sawit .

Namun disayangkan harapan tersebut sampai saat ini belum juga dapat dinikmati oleh masyarakat bandur picak karena dikabarkan belum terbitnya anggota koperasi dan hingga sekarang masyarakat hanya bisa berharap tanpa ada kejelasan serta kepastian dari Koperasi Siabu Jaya alias Koperasi Produsen Sawit Siabu Jaya Bersama.

Terkait perihal tersebut Ketua Pemuda desa Bandur Picak, Hafnipal akhirnya angkat bicara.

” Saya selaku ketua pemuda desa Bandur Picak yang terpilih dibulan Ramadan kemarin meminta agar koperasi yang sudah berganti nama itu sebagai badan yang mengelolah hal tersebut diminta untuk Serius dan Transparansi dalam mengurusi permasalahan pola KKPA tersebut karena ia mengaku banyak mendapatkan pertanyaan dari masyarakat terkait kapan pola KKPA itu bisa dinikmati oleh masyarakat akan hasilnya.

” Sepengetahuan kami bahwa masyarakat sudah mendaftarkan diri kepada Ninik Mamak masing-masing sebagai penerima pola KKPA tersebut , ungkap Hafnipal menuturkan kepada reportaseindonesia.id , Sabtu pagi ( 19/6/2021).

BACA JUGA :   Babinsa Koramil 10/Kunto Darussalam Pantau Vaksinasi di Desa Pagaran Tapah

Hafnipal menjelaskan, Tak hanya itu Iuran Rp. 250.000 sebagai Syarat untuk menjadi anggota koperasi tersebut pun sudah dibayarkan, meskipun sebagian masyarakat disaat melakukan pembayaran tada yang berutang kepada sanak familinya.

“Masyarakat kita ini sudah lama berharap agar bisa menikmati hasil dari pola KKPA tersebut, namun yang kami lihat sampai saat ini belum juga lagi ada tanda akan jelasnya pembagian kebun Pola KKPA itu dan bahkan Aksi sudah ada beberapa kali dilakukan, baik itu oleh Ninik Mamak, Pemuda dimasa kepengurusan yang sebelumnya maupun masyarakat setempat, beber Hafnipal.

Saat ditanya kepada pengurus Koperasi Produsen Sawit Siabu Jaya Bersama, lanjutnya, Jawaban selalu sama tinggal selangkah lagi, Kartu sudah ada dan bahkan sampai saat ini saya pribadi belum melihat kartu tanda anggota koperasi yang digaung-gaungkan oleh pengurus koperasi tersebut.

Kami berharap terkait hal ini pihak Koperasi harus lebih serius lagi untuk mengurus permasalahan dan aktif berkomunikasi dengan semua unsur untuk melakukan Diskusi, dimana Aral yang melintang dalam kepengurusan pola KKPA itu agar masyarakat bisa menikmati hasinya.

“Jangan hanya sebagai Penonton saat buah sawit lewat depan rumah mereka dan kami yakin serta percaya koperasi mampu menyelesaikan hal ini, harapnya.

Hal senada juga disampaikan salah seorang tokoh pemuda desa Bandur Picak, Pondri Naldi mengatakan, Kami juga meminta kepada Koperasi agar bisa menyelesaikan permasalahan yang sudah lama berlarut – larut tersebut dan kita sebagai pemuda meminta supaya jangan mencari alasan lagi karena selama ini kami melihat adanya persoalan Administrasi yang belum selesai oleh koperasi.

” Contohnya saja sebelumnya pola KKPA tersebut dikelola oleh koperarasi Siabi Jaya bertahun – tahun sampai koperasi itu berubah nama, namun Regulasinya masih tidak Transparan sebab adanya perubahan Akte Koperasi.

BACA JUGA :   Danramil 08/Tandun Menghadiri Pembukaan Turnamen CUP 1 Tahun 2022 di Pematang Tebih

” Tapi hingga sekarang masyarakat belum juga bisa menikmatinya,” pungkasnya.

Penulis : Hargono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 2 =