Depok,reportaseindonesia.id | Kasus berita bohong (hoax) babi ngepet yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu saat ini memasuki babak baru.

Hari ini Polrestro Depok melimpahkan kasus babi ngepet kepada pihak Kejaksaan Negeri Depok. Satu tersangka atas nama Adam Ibrahim alias Adam (40) bersama barang bukti diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Polisi, Kamis (26/8/2021).

Advertisement

“Pada hari ini JPU Kejari Kota Depok menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (P21) kasus berita bohong babi ngepet dari Polres Metro Depok,” ujar Kasi Intelijen Kejari Kota Depok Herlangga Wisnu, kepada wartawan di Kantor Kejari Depok.

Herlangga menjelaskan, tersangka dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan pasal 14 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun dan minimal 3 tahun.

“Yang intinya unsur nya adalah barang siapa yang menyebarkan berita bohong yang menyebabkan keonaran di masyarakat dihukum dengan penjara setinggi-tingginya 10 tahun penjara,” kata Herlangga.

Untuk barang bukti yang turut di serahkan yaitu, 1 unit speaker sound system, 3 unit handphone, 1 tasbeh dan print out percakapan Whatsapp tersangka.

Kata Herlangga, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka, dan penelitian mengenai barang bukti. Maka tersangka selanjutnya akan dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan oleh JPU.

“Pada 14 September 2021 JPU harus sudah melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan nya kepada Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok untuk dilakukan persidangan,” ujarnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Depok menunjuk JPU profesional untuk menyidangkan kasus ini

“Sesuai P16A surat penunjukkan JPU pak Kajari sudah menunjuk tiga orang yaitu Ivan Rinaldi, Putri Dwi Astrini dan Alfa Dera. Jaksa yang ditunjuk adalah orang-orang yang profesional yang akan membuktikan fakta-fakta dalam penyidikan dipersidangan nanti,” pungkas Herlangga. (Agus)

BACA JUGA :   Karyawan PT. Padasa Kokar Cabuli Anak Dibawah Umur Diamankan Polisi