![]()
Jakarta,reportaseindonesia.id|Keluarga pelaku pemukulan siswa SMAN 70 Jakarta hingga saat ini terus berupaya untuk meminta maaf kepada keluarga korban.
Hal itu ditunjukan dengan menyambangi kediaman korban di daerah Tangerang. Ibu pelaku melakukan segala cara bahkan rela merendahkan diri didepan rumah korban demi masa depan anak-anak mereka.
“Kami datang malam ini sebagai upaya permohonan maaf kami, segala upaya akan kami lakukan untuk niatan tulus kami atas kecerobohan anak kami.
Demi masa depan anak anak kami, apapun akan kami lakukan..
ujar Ks salah satu ibu korban saat ditemui awak media (07/07/2022).
Sementara itu, kejadian yang menimpa 6 anak SMAN 70 mendapat simpati dan dukungan dari teman teman mereka.
Pasalnya pelaku meski dilarang mengikuti wisuda oleh kepala sekolah, namun mereka masih menyempatkan diri membantu persiapan di venue.
“Saya cukup prihatin dengan kejadian yang terjadi saat ini yang melibatkan sahabat-sahabat saya. Terlebih lagi mereka semua adalah orang yang baik dan membantu banyak orang. Seperti saat itu ketika teman-teman saya sedang mempersiapkan kegiatan wisuda, ZH dan IW tetap datang ke venue wisuda meskipun mereka tau jika mereka tidak diizinkan untuk mengikuti wisuda,” kata RR yang merupakan salah satu teman dari pelaku.
Lebih lanjut, RR menjelaskan, bahkan, mereka membantu mengecek perlengkapan alat musik, dan soundcheck hingga pukul 1 dini hari “Selain itu, selama 2 minggu terakhir menjelang kegiatan wisuda mereka membantu kami para anggota band berlatih musik setiap hari. Teman-teman saya juga merupakan individu yang bertalenta dalam bidang musik. Mereka telah menghibur banyak orang selama berada di bangku sekolah,” jelas RR.
“Mereka banyak berkontribusi seperti saat kegiatan ulang tahun SMAN 70 Jakarta, perayaan hari guru, dan masih banyak kegiatan lainnya. Seluruh siswa dan teman-teman kami merasa kehilangan yang sangat besar atas ketidakhadiran mereka saat acara wisuda,” terangnya.
Sebelumnya, tradisi di SMAN 70 Jakarta menjadi pemicu aksi pemukulan terhadap salah satu siswa yang terjadi pada tanggal 28 Mei 2022.
Akibat kejadian tersebut 5 pelaku ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. (Agus)












