Dinilai Belum Ideal, Kabupaten Bogor Masih Butuh Guru ASN

Loading

Bogor,reportaseindonesia.id|Kabupaten Bogor kekurangan guru Aparatur Sipil Negara (ASN). Tidak lebih dari 6.000 guru, melayani 1.443 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 88 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN),

“Jumlah tersebut masih sangat tidak ideal. Sebab, rombongan belajar (rombel) di Kabupaten Bogor sangat banyak. Belum lagi, setiap tahunnya ada guru ASN yang pensiun,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah, Rabu (6/7/2022).

Menurut dia, jika dibilang ideal sudah. Tapi, pastinya belum. Dan untuk memaksimalkan pendidikan, Disdik Kabupaten Bogor mengakalinya dengan merekrut tenaga honorer yang dibayar menggunakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Tapi kan jauh dari kata cukup ya untuk memenuhi kesejahteraan mereka. Tapi kita punya pilihan lain,” kata Juanda.

Rekrutmen guru di Kabupaten Bogor melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pun dinilai belum mampu menutup kekurangan pendidik berstatus ASN atau PNS yang terjadi selama ini.

Sejak 2019 hingga 2021, kata Juanda, Pemkab Bogor telah merekrut 2.431 PPPK. Dimana pada 2019 ada 1.112 orang yang diangkat menjadi guru PPPK, lalu pada 2021 ada 1.319 orang. Dengan angka tersebut, Juanda berharap dapat menutupi kekurangan guru yang ada.

“Tahun ini kita ajukan P3K sekitar 700 orang. Sementara cadangan P3K kita ada sekitar 3.000 orang. Mudah-mudahan bisa terpenuhi. Karena pengangkatan P3K berkaitan dengan beban anggaran APBD kita,” jelas Juanda.

Kata Juanda, karena minimnya jumlah ASN tenaga pendidikan, ada beberapa sekolah hanya memiliki satu ASN yang menjabat kepala sekolah.

“Rata-rata ya, satu sekolah itu cuma ada dua atau tiga orang ASN,” pungkas Juanda.

BACA JUGA :   PPDB Tingkat Sekolah Dasar (SD) Negeri Masih Dipungut Biaya, Walau Walikota Menyatakan Gratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *