![]()
Kampar, reportaseindonesia.id | Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kampar bersama pihak Damri dan unsur upika Kecamatan serta para supir Superben menggelar rapat terkait Trayek Damri akan beroperasi diwilayah kecamatan koto kampar hulu, bertempat diaula kantor Camat Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Rabu pagi (4/1/2022) sekitar pukul 10.00 Wib.
Hadir dalam rapat tersebut, Camat Koto Kampar Hulu, Ahmad Begab, S.sos,Msi didampingi Sekcam, Gusandri,SP dan Stafnya, Kabid Angkutan dan Sarana, Agus.M, Kasi Angkutan, H. Suharman , UPT Damri Bangkinang, Sutarman, Danramil 12/XIII Koto Kampar, Kapten Inf M.Yusuf, Kapolsek XIII Koto Kampar, AKP Sudiyanto, SH bersama anggotanya serta para supir Superben yang ada diwilayah kecamatan koto kampar hulu.
Camat Koto Kampar Hulu, Ahmad Begab,S.sos,Msi dalam penyampaiannya menuturkan, Rapat ini bertujuan sesuai dengan undangan kami, yang pertama adalah dengan adanya instruksi atau perintah dari pihak Damri pusat kepada pak bupati kampar dan pak bupati kepada camat serta yang terakhir kepada pak kades.
Inilah Struktur perintah dari atas sampai kebawah dan perintah itu kami kembangkan serta kami undang perwakilan atau seluruh para supir superben yang ada diwilayah kecamatan koto kampar hulu ini.

” Kami tahu pihak superben dimana kita sudah melakukan dua kali pertemuan, pertemuan pertama kami mendata mobil superben diwilayah kecamatan koto kampar hulu ada lebih kurang 60 armada sewaktu kita bersama -sama didepan kantor camat.
Setelah itu kita lanjutkan meminta pendapat kepada dinas perhubungan serta ditanggapi oleh pak kabid ini diruangan aula mereka dan itu juga sudah kita lakukan, ujar Ahmad Begab diawal penyampaiannya.
Ahmad Begab Melanjutkan, Namun diperjalanan perintah itu datang dari pusat maka dari itu kami mengumpulkan kembali dan kami berharap kepada masyarakat kami yang memiliki angkutan sampaikanlah karena bapak inilah yang kita tunggu sebab kemarin kita tidak bisa berjumpa langsung pihak Damri tetapi hanya pada pihak dinas perhubungan saja.
Jadi harapan kami nanti masalah ini tidak berlarut-larut, kalau memang seperti ini ya kita teken seperti ini dan kalau memang maunya seperti itu ya kita teken seperti itu.
” Supaya apa yang kita sepakati hari ini kami sebagai camat akan melaporkan kepada dinas perhubungan serta kami berharap pihak perhubungan melaporkan kepada pak bupati dan itu adalah struktur yang harus kita jalani ,namun kami sebagai camat juga bisa melaporkan langsung kepada bapak bupati karena tinggal tergantung masyarakat kami.
Bapak- Bapak sekalian nanti kita dengarkan dulu dari pihak Damri seperti apa dan setelah itu kalau ada pertanyaan silahkan bertanya serta setelah itu kita cari bersama -sama solusinya ,tutup Ahmad Begab.
Sementara itu UPT Damri Bangkinang, Sutarman mengatakan, Sebenarnya Damri ada didua kabupaten yaitu dikabupaten Siak yang saat ini masih Eksis disana dan yang kedua sebetulnya ada dikabupaten Kuansing tapi dengan adanya pertimbangan – pertimbangan Damri ditarik dikabupaten kampar sampai sekarang.
Dengan berjalannya waktu karena bekerja sama dengan kementerian perhubungan dan kami bekerja berdasarkan dengan SK yang keluar melalui kementerian perhubungan.
” Jadi untuk masyarakat semuanya dan istilahnya damri berada dikabupaten kampar ini bukan atas permintaan damri tetapi atas permintaan pemerintah daerah setempat, jelas Sutarman.
Sutarman menambahkan, Untuk trayek yang baru dengan kontrak yang baru dengan kementerian perhubungan ada dua trayek yaitu yang satu trayek Minas sampai Sungai Apit dan trayek yang kedua masih ada dikabupaten kampar yakni dari Bangkinang sampai kekoto kampar hulu yang rutenya ditempatkan dikecamatan koto kampar hulu.
Dengan adanya kontrak yang baru ini saya juga mendapat masukan-masukan serta keluhan -keluhan dari teman -teman semuanya masalah pengangkutan di candi muara takus sampai kecamatan koto kampar hulu dan memang dari teman -teman supir superben istilahnya merasa keberatan karena mata pencariannya dari bisnis superben tersebut.
” Kami pun dari pihak damri mengetahui hal itu tetapi disisi lain pihak damri terikat kontrak dengan kementerian perhubungan yang notabene kontrak itu bukan damri yang buat tapi langsung dari kementerian perhubungan yang membuat kontrak tersebut, paparnya.
Lebih lanjut dikatakannya, Sesuai undangan pak camat kita dikumpulkan untuk mencari solusinya dan mungkin nanti ada masukan dari teman -teman supir superben ya nanti kita tampung dan soalnya yang bisa menentukan ini bukan damri, damri hanya menjalankan saja sesuai SK (Surat Keputusan) yang turun .
Maka dari itu disini kita berkumpul untuk mencari solusinya supaya semuanya bisa berjalan baik, teman -teman superben masih bisa beraktivitas mencari makan dan saya pun dari pihak damri bisa menjalankan tugas.
” Maka dari itu disini kita cari solusi terbaiknya supaya semuanya bisa berjalan lancar dan saya sebagai pihak damri bisa menjalankan kontrak sesuai kebutuhan makanya dalam rapat ini kita mencari jalan keluarnya agar kedepannya kita dapat bareng -bareng bekerja dengan suasana yang sejuk agar tidak terjadi gesekan -gesekan yang dapat meresahkan masyarakat yang menggunakan jasa transportasi , terutama bagi masyarakat Kecamatan Koto Kampar Hulu maupun Kecamatan XIII Koto Kampar, harapnya.
Untuk diketahui, Hasil rapat tersebut menghasilkan dua poin :
1. Para supir superben meminta trayek damri dikoto kampar hulu hanya 2 trip yakni pagi dan sore.
2. Untuk sementara waktu trayek Damri cuma hanya sampai Candi Muara Takus menjelang ada keputusan dari kementerian perhubungan.
Pantauan reportaseindonesia.id didalam rapat situasi sempat sedikit memanas tetapi akhirnya rapat tersebut berjalan lancar dan kondusif.
Penulis : Hargono












