Depok, reportaseindonesia.id|Tanggal 24 September setiap tahun bangsa Indonesia memperingati Hari Tani Nasional. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Petani Tangguh, Indonesia Tumbuh.” Sebuah tema yang sederhana, tapi sarat makna. Ia mengingatkan kita bahwa keberlangsungan hidup bangsa ini sangat ditentukan oleh ketangguhan para petani dalam menyediakan pangan.
Namun ketika berbicara tentang Kota Depok, sebuah kota penyangga Jakarta yang lebih dikenal dengan pusat pendidikan, perdagangan, dan permukiman padat, sebagian orang mungkin bertanya: apakah Hari Tani masih relevan bagi Depok yang hampir tak punya sawah luas?
Jawabannya: justru sangat relevan.
Di tengah keterbatasan lahan, Depok melahirkan wajah baru petani: mereka yang menggarap urban farming, berkebun di pekarangan rumah, menanam hidroponik di teras, hingga membentuk kelompok tani kota yang mengelola lahan terbatas menjadi sumber pangan sehat.
Mereka mungkin tidak lagi memakai caping dan cangkul di sawah, tetapi tetap menjaga fungsi mulia seorang petani: memberi makan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Inilah bentuk ketangguhan petani perkotaan yang sering terabaikan.
Di banyak RW, kita sudah melihat gerakan menanam cabai, tomat, bayam, hingga kangkung dalam polybag. Di sekolah-sekolah, mulai ada program kebun edukasi. Bahkan sebagian generasi muda Depok mencoba inovasi baru: pertanian organik, kebun hidroponik, dan penjualan hasil panen secara online. Semua ini adalah bukti bahwa semangat bertani tidak mati meskipun lahan sawah semakin sempit.
Pertama, penyusutan lahan pertanian. Setiap tahun, lahan hijau di Depok berkurang karena alih fungsi menjadi permukiman dan pusat bisnis. Jika tren ini terus berlanjut, Depok akan sepenuhnya bergantung pada pasokan pangan dari luar kota.
Kedua, kesadaran masyarakat. Tidak semua warga menganggap bertani penting. Masih ada anggapan bahwa bertani hanya urusan desa, padahal dengan menanam cabai di pot atau sayuran di pekarangan, setiap keluarga bisa berkontribusi pada ketahanan pangan rumah tangga.
Ketiga, dukungan kebijakan. Pemerintah daerah perlu lebih serius mendorong pertanian perkotaan. Program pelatihan, akses bibit, irigasi sederhana, hingga pemberdayaan kelompok tani kota harus terus diperkuat. Tanpa dukungan nyata, sulit bagi petani perkotaan untuk berkembang.
Momentum Hari Tani untuk Depok
Hari Tani Nasional bukan sekadar perayaan, tetapi momentum refleksi bagi semua pihak.
Bagi pemerintah daerah, ini adalah pengingat untuk melindungi ruang hijau, mendukung inovasi pertanian perkotaan, serta menciptakan kebijakan pangan lokal yang berpihak pada petani kecil dan masyarakat.
Bagi warga Depok, Hari Tani adalah ajakan untuk menghidupkan budaya menanam di rumah. Meski sederhana, langkah kecil ini bisa berdampak besar bagi kemandirian pangan keluarga.
Bagi generasi muda, Hari Tani adalah inspirasi agar mereka tidak menjauh dari dunia pertanian, melainkan membawanya ke masa depan lewat teknologi digital, riset, dan inovasi.
Depok tidak lagi bisa mengandalkan sawah luas, tetapi bisa menjadi contoh kota hijau yang tangguh. Dengan mengintegrasikan pertanian kota dalam pembangunan, Depok dapat menunjukkan bahwa urbanisasi tidak harus memutus hubungan manusia dengan tanah.
Petani tangguh di Depok bukan hanya mereka yang menanam di lahan luas, melainkan juga warga yang menanam kangkung di ember, cabai di teras rumah, atau memelihara ikan lele di kolam kecil. Setiap upaya menjaga pangan dan lingkungan adalah bagian dari ketangguhan itu.
Hari Tani Nasional di Depok adalah cermin bahwa bertani bukan soal luasnya lahan, melainkan tentang semangat menjaga kehidupan. Tema “Petani Tangguh, Indonesia Tumbuh” menemukan maknanya di kota ini: ketangguhan lahir dari kreativitas, solidaritas, dan keberanian untuk beradaptasi.
Mari jadikan Hari Tani Nasional sebagai momentum untuk menumbuhkan kembali budaya menanam, menjaga ruang hijau, dan memberi dukungan pada petani kota. Dengan begitu, meski Depok semakin urban, akar kehidupan tetap terjaga.
Selamat Hari Tani Nasional 2025, Dari petani tangguh di perkotaan, kita percaya Indonesia akan terus tumbuh.












