Pelalawan, reportaseindonesia.id |Danramil 03/Bunut Kodim 0313/KPR, Kapten Arh Mujiono menegaskan kepada seluruh personel di lapangan untuk terus memaksimalkan upaya pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Minggu (29/3/2026).
Memasuki hari ke-19 penanganan, Danramil 03/Bunut menyampaikan bahwa meskipun titik api telah berangsur padam, namun potensi munculnya kembali api masih cukup tinggi, terutama pada lahan gambut yang kering dan tebal.
“Pendinginan harus dilakukan secara maksimal dan menyeluruh, karena bara api di dalam gambut sangat sulit terdeteksi dan bisa kembali menyala sewaktu-waktu,” tegas Danramil.
Danramil Tekankan Sinergi Tim, juga mengapresiasi kerja keras seluruh personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat yang terus berjibaku di lapangan.
Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam penanganan karhutla, terutama di wilayah dengan kondisi medan yang cukup berat seperti di Desa Merbau.
Babinsa Jadi Ujung Tombak
Dalam pelaksanaan di lapangan, Danramil menegaskan peran Babinsa sebagai ujung tombak satuan teritorial.
Babinsa Koramil 03/Bunut, Serma Desmi Jumhari, bersama anggota terus aktif memimpin kegiatan pendinginan serta melakukan pemantauan titik-titik rawan.
Kendala dilapangan
Danramil juga mengakui bahwa tim menghadapi berbagai hambatan di antaranya : Lahan gambut yang kering dan tebal
Keterbatasan sumber air, Angin kencang, Cuaca panas”.
Namun demikian, ia memastikan seluruh personel tetap semangat dan fokus dalam menjalankan tugas.
Hingga kondisi di lokasi kebakaran menunjukkan perkembangan positif, Titik api telah berangsur padam, namun masih terdapat asap tebal di beberapa titik.
Danramil menegaskan ”bahwa tim akan terus berada di lapangan hingga kondisi benar-benar aman dan tidak ada potensi kebakaran susulan.
Sumber: Pendim 0313/KPR












