MPC Pemuda Pancasila Kota Depok Siap Laksanakan Apel HKB

Loading

Depok,reportaseindonesia.id | Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang jatuh setiap tanggal 26 April, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak semua pihak meluangkan waktu satu hari untuk melakukan latihan kesiapsiagaan bencana secara serentak.

Dengan adanya Hari Kesiapsiagaan Bencana BNPB berharap bisa membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menuju Indonesia Tangguh Bencana.

Ketua BNPB, Jenderal TNI Doni Monardo pada peringatan HKB tahun 2021 mengajak semua elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam HKB kali ini yang mengusung tema “Latihan Membuat Kita Selamat Dari Bencana” dengan cara membunyikan tanda berupa kentongan, sirine, lonceng, klakson, dan sejenisnya secara serentak pada pukul 10:00 WIB waktu setempat.

Ajakan Ketua BNPB dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana, disambut positif oleh Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Depok dengan menggelar telecomference dengan PAC dan Ranting di wilayah Kota Depok. Senin (26/04/2021)

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Depok, Trisno NKP menjelaskan, pelaksanaan apel akan berpusat di sekretariat MPC Pemuda Pancasila kota Depok dan ditayangkan secara langsung (live streaming) melalui zoom meeting dan kanal Youtube.

Untuk pelaksanaan apel sendiri di tingkat PAC dan Ranting rencana akan digelar di kantor pemerintahan baik Kecamatan dan Kelurahan sesuai jenjang tingkatan.

“Jadi titik lokasinya untuk PAC di kantor Kecamatan dan untuk Ranting di kantor Kelurahan sesuai wilayahnya masing-masing, itu yang kami harap dan rencanakan,” ucap Trisno NKP

Trisno menambahkan, apel HKB ini tidak akan mengerahkan massa baik kader maupun anggota Pemuda Pancasila sekota Depok. Namun diminta tiap pengurus MPC, PAC maupun Ranting menugaskan maksimal lima orang pengurus saja.

BACA JUGA :   Tingkatkan Motivasi Warga Binaan, Rutan Depok Gelar Kegiatan Ibadah Jumat Agung

“Jadi masing-masing cukup lima orang pengurus ditambah aparatur pemerintahan setempat dan tokoh masyarakat. Paling banyak 10 orang peserta apel dengan tetap memakai masker, menjaga jarak dan mengikuti protokol kesehatan Covid-19,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) tren kejadian bencana selama 10 tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Kerugian dan korban jiwa yang ditimbulkan tidak sedikit. Tercatat tahun 2020 sebanyak 2.951 kejadian bencana alam, sedangkan korban meninggal sebanyak 370 jiwa, korban hilang 39 jiwa, 6.450.903 jiwa mengungsi dan 436 luka-luka.

Selain itu kerusakan rumah sebanyak 42.762 unit, fasilitas pendidilan 672 unit, kerusakan fasilitas kesehatan 143 unit, perkantoran sebanyak 134 unit dan kerusakan jembatan sebanyak 442 unit.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *