![]()
Jakarta,reportaseindonesia.id | Kejadian kecelakaan beruntun di Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (19/05) sekitar pukul 04.00 wib melibatkan tiga kendaraan.
Mobil Boks, Taksi dan Ambulans yang terlibat dalam kecelakaan tersebut mengakibatkan mobil Boks dan Ambulans rusak parah. Saking kencangnya benturan mengakibatkan jenazah yang ada didalam peti jenazah terlempar keluar.
Dihadapan awak media, Kasubdit Gakkum Polda Metro AKBP Fahri Siregar menjelaskan, insiden itu bermula ketika mobil boks Daihatsu Delvan yang dikendarai pria berinisial LF melaju dari arah Timur ke Barat di Jalan Jenderal Gatot Subroto. Sesampainya di dekat halte Polda Metro Jaya, LF mulai tak stabil mengemudikan mobilnya karena mengantuk.
“Pada saat bersamaan, di dekat halte itu mobil ambulans Paguyuban Perantau Desa sedang berhenti untuk memindahkan jenazah ke mobil ambulans lain. Walhasil, mobil boks yang dikemudikan LF sempat menyerempet pria berinisial MFH dan EP yang sedang berdiri di pinggir jalan berencana untuk memindahkan jenazah.
Selanjutnya, mobil boks yang dikemudikan LF menabrak mobil ambulans Paguyuban Perantau Desa yang berada di depannya. Kemudian mobil ambulans itu terdorong ke depan hingga jenazah keluar dan jatuh ke jalan,” kata Fahri kepada wartawan, Rabu.
Setelah menabrak ambulans, mobil boks itu oleng ke sisi kiri. Mobil boks itu lalu menabrak mobil taksi yang dikemudikan AZ yang sedang berhenti di bahu jalan.
Akibat kecelakaan beruntun itu, kata Fahri, MFH mengalami luka di pelipis, EP juga luka di pelipis, dan keluarga jenazah yang ada dalam ambulans berinisial PN mendapat luka robek di kepala bagian belakang. Semua korban luka lantas segera dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat.
Lebih lanjut, Fahri mengatakan, pengemudi mobil boks berinisial LF sudah ditetapkan sebagai tersangka.
“Ia dijerat pasal 310 ayat (2) UU No 22 tahun 2009 tentang LLAJ. Ia terancam dihukum penjara satu tahun dan denda Rp 2 juta,” pungkasnya.
Dari informasi yng dihimpun redaksi ambulans yang membawa jenazah dari Semarang berencana di bawa ke Palembang namun saat estafet di jalan Gatot Subroto, tiba-tiba kendaraan boks menabrak bagian belakang ambulans. diduga sopir mengantuk. (red)












