Efek Capres Prabowo Dorong Penambahan Kursi di Kota Depok

Loading

Depok, reportaseindonesia.id | Partai Gerindra kota Depok memiliki beberapa target dalam baik untuk kursi di DPRD Kota, Provinsi, DPR RI dan Presiden di 2024 mendatang.

Hal tersebut disampaikan langsung penasehat DPC Partai Gerindra kota Depok, Ir. H. Nuroji saat menghadiri Reses II tahun sidang 2022-2023 Dr. Abdul Haris Bobihoe selalu ketua Komisi V DPRD Jawa Barat.

“Untuk target 2024 di Depok 14 kursi, dengan adanya perubahan kldapil sedikit Insyaallah kita bergerak lebih kenceng,” ujar Nuroji, Selasa (21/02/2023).

Kita akan seleksi Caleg-caleg potensial, kita solidkan struktur dan jaringan partai relawan di segera di bangkitkan lagi

“Kita juga punya efek capres nanti, Prabowo nyampres lagi soalnya itu juga mendorong penambahan kursi itu modal kita, kalau nasional tentu targetnya Prabowo Presiden, untuk DPR RI 2 kursi dan untuk Provinsi sekarang 2 InsyaAllah nanti 3.

Caleg-caleg yang baru kita kasih porsi sama baik internal maupun eksternal partai, potensinya bagus-bagus dan kita akan buka lagi minggu depan caleg eksternal. Masih beberapa dapil yang belum salah satunya di Cimanggis tapi masih ada bahan untuk kita tempatkan di masing-masing dapil, “jelas Nuroji.

Terkait Calon Nama Kepala Daerah

Untuk calon kepala daerah belum kita masih amatilah dari kader maupun dari luar kader tapi kita harus punya usulan ke pusat untuk saat ini belum ada. Kalau saya sudah tiga kali di usulin tetapi belum mau

Tantangan di 2024 caleg tidak banyak berubah, tapi dulu 2019 kan karena covid aja jadi sosialisasi yang akan ada terbatas tatap mukanya ngumpul-ngumpul banyak itu terbatas tapi sekarang sepertinya udah enggak ada masalah tatap muka dan melakukan kegiatan kumpul-kumpul lebih mudah karena tidak ada pandemi

BACA JUGA :   Dana PMT Stunting, Hamzah: Dari 400 Juta Minta Penambahan Menjadi 4 Miliar ini Luar biasa Aneh

“Caleg yang baru sudah saya sampaikan tetap solid untuk yang nyalon silahkan sosialisasi seperti mengadakan kegiatan untuk masyarakat karena waktunya cukup pendek yaitu dia setengah bulan. Selama Panwaslu belum melarang silahkan saja sosialisasi yang penting jangan menyuruh mencoblos saja, “pungkasnya. (Agus) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *