Dugaan Pungli PTSL, Wakil Menteri ATR/BPN Datangi Kantor BPN Kota Depok

  • Bagikan

Depok,reportaseindonesia.id | Dugaan pungutan liar (Pungli) PTSL di Kota Depok mendapat sorotan langsung dari Kementerian. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kunjungan langsung Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang/BPN RI, Surya Tjandra ke kantor BPN dan Balaikota Depok didampingi Kakanwil Jawa Barat, Senin (01/11/2021).

Mencuatnya kasus dugaan pungli PTSL Kota Depok sebelumnya rame menjadi bahan pemberitaan dibeberapa media setelah Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Hamzah, SE,.MM menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya dugaan pungutan tersebut. Gabungan LSM juga ikut menyikapi dengan melakukan orasi di depan Kantor ATR/BPN Kota Depok beberapa waktu lalu.

Saat ditemui awak media seusai melakukan pertemuan dengan Walikota Depok Muhammad Idris, Wakil Meteri Agraria dan Tata Ruang / BPN RI, Surya Tjandrake menyampaikan kunjungannya hanya silaturahmi dengan Walikota terkait pekerjaan BPN

“Kedatangan kita silaturahmi denga Walikita Depok mengenai kerjaan BPN ada PTSL, pengadaan tanah dan tata ruang jadi kita bersilaturahmi tentang langkah-langkah kongrit kedepan seperti apa,” kata Surya.

Saat ditanya terkait dugaan pungli PTSL di Kota Depok, Wamen Agraria dirinya meminta buka saja nanti yang penting ada bukti

“Nanti kita buka saja transparan yang penting. Kalau memang ada bukti laporin, kita juga kasih bukti juga. Yang lapornya salah kita masalahkan secara hukum, jangan asal tuduh yang penting ada buktinya,”tegasnya.

Wamen juga berpesan kepada Kepala Kantor BPN agar semua proses terbuka “Yang penting itu memang keterbukaan, kita sudah minta semua proses dibuka. Jadi tolong dikawal terus dan tadi sudah sepakat pak Wali, Kakanwil dan bu Kakan. Sebagian dibahas supaya laporan masyarakat ini jadi masukan perbaikan pelayanan dan tadi saya lihat langsung sudah ada perbaikan. Memang perlu dikawal terus, dijaga terus mudah-mudahan dalam waktu dekat. Depok ini daerah yang lagi berkembang dan proses seperti ini wajar dan perlu,”tutupnya.

BACA JUGA :   Mohammad Idris: Saya Berharap Warga Bisa Menjaga Hasil Pembangunan TMMD
Kepala Kantor ATR/BPN Kota Depok Ery Juliani Pasoreh

Ditempat yang sama, Kepala Kantor ATR/BPN Kota Depok Ery Juliani Pasoreh saat ditanya mengenai kunjungan Wakil Menteri mengatakan kunjungan Wamen terkait tata ruang, PTSL dan aset Pemkot.

“Pertama soal tata ruang, kan sekarang sudah di bahas tentang tata ruang wilayah yang Depok ini termasuk Bogor, Puncak dan Cianjur. Yang kedua terkait PTSL progresnya dan hal-hal yang terkait dengan pengajuan. Intinya kita laksanakan dengan transparan, jadi kalau ada hal lain itu sudah di luar kita, bukan ranah kita lagi gitu ya. Yang terkait dugaan-dugaan karena kita hanya melaksanakan tugas pengukuran pengumpulan data lalu jika memenuhi syarat bisa di jadikan sertifikat. Yang ketiga terkait aset, aset pemkot yang termasuk pasar Kemiri itu memang harus secara administrasi harus ada dukungan,” tutur Ery.

Saat di tanya terkait program PTSL, adanya informasi yang menyebut ada beberapa oknum BPN yang bermain Kakan, belum bisa memberikan keterangan

“Kita tidak bisa berkomentar karena belum ada penyelidikan gitu ya, jadi ya tidak bisa komentar juga, maksudnya pengaduan secara resmi, siapa yang ngadu atau apa kan belum masuk dan belum ada juga tuntutan. Kami sudah langsung melakukan investigasi semua tim pengukuran sudah kami panggil dan pengumpulan data yuridis dan itu dari keterangannya tidak ada pungutan,” jelasnya.

“Pesan Wamen kepada kami,silakan lakukan PTSL secara transparan buktikan dengan kerja nyata,” tutupnya. (Agus)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

3 × five =