DAERAH  

Kordinasi TPPS Rembuk Stunting Dikecamatan Koto Kampar Hulu Digelar

Loading

Kampar, reportaseindonesia.id | Kordinasi TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Rembuk Stunting dikecamatan koto kampar hulu dalam rangka Minilok( Mini Lokakarya) kecamatan rencana kerja dalam percepatan penurunan stunting ditingkat kecamatan dan desa digelar diaula kantor Camat Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Senin pagi (13/11/2023) sekitar pukul 10.00 wib.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Satgas stunting kabupaten kampar, M.Niam Fathori beserta rombongan, Camat Koto Kampar Hulu, Ahmad Begab, S.sos,M.s beserta jajarannya,Kapolsek XIII Koto Kampar atau yang mewakili,PS.Kanit Propram, Andi Wardana, S.psi,MM, Kepala Puskesmas Sibiruang yang diwakili oleh Musrofah, Kepala KUA kecamatan koto kampar hulu, Masnur,Kepala desa Sibiruang, Dodi Candra, SE, Kepala desa Tanjung yang diwakili oleh Sekdes, Kordinator Penyuluh KB ( Keluarga Berencana) kecamatan koto kampar hulu, Zamzami, Bidan Kordinator , Petugas Gizi Puskesmas, Kader TPK ( Tim Pendamping Keluarga) , pendamping PKH ( Program Keluarga Harapan dan ketua BPD desa Tanjung.

Camat Koto Kampar Hulu, Ahmad Begab,S.sos,M.si dalam sambutannya mengatakan, Yang kami hormati tim dari kabupaten selamat datang dikecamatan koto kampar hulu , dikecamatan kita ini ada 2 desa yang tidak terdampak Stunting yaitu desa Sibiruang dengan desa Gunung Malelo dan dikecamatan koto kampar hulu ini tercatat ada sebanyak 8 anak yang terindikasi stunting yakni didesa Bandur Picak sebanyak 4 orang , 1 orang didesa Tabing,2 orang didesa Pongkai serta 1 orang berada didesa Tanjung .

Kami mengucapkan terima kasih kepada kawan – kawan dari BKKBN yang telah menjadi acara ini mulai dari tingkat kabupaten sampai kecamatan telah melaksanakannya dan ada beberapa catatan yang perlu kami sampaikan , dimana sengaja kami mengundang ibu pendamping PKH sudah hadir sebab kami punya data apabila salah nanti mari kita koreksi bersama – sama.

BACA JUGA :   Babinsa Tambusai Utara Wakili Danramil Sosialisasi Bahaya Narkoba ke Siswa SMKN 2 dan SMA N 2 Tambusai Utara

” Yang pertama data DTKS kecamatan koto kampar hulu per Desember 2022 mencapai 13.368 orang , selanjutnya penerima PKH sebanyak 974 KPM ( Keluarga Penerima Manfaat) iya atau apakah sekarang sudah berkurang dan selanjutnya data BPNT ( Bantuan Pangan Non Tunai) dari pos sebanyak 585 orang, miskin ekstrim sebanyak 425 orang serta yang terakhir ODGJ ( Orang Dalam Gangguan Jiwa) sebanyak 25 orang dikecamatan koto kampar hulu.

Data ini kita harus sepakat dulu , sepakatnya kapan setelah rapat ini dan data mana yang akan kita pakai , kenapa kami sampaikan demikian karena kita bermula dari data , bermula dari data ini yang akan kita bawa ketingkat kabupaten .

” Kalau data kita tidak pernah di Update , tidak pernah diperbaiki dan data miskin ekstrim yang kami miliki ada sebanyak 425 orang sudah kami cari kerumahnya tapi orang kaya banyak masuk disini serta ada yang memiliki mobil 2 unit, ada juga yang memiliki mobil L300, jelas Ahmad Begab.

Lebih lanjut dikatakan Ahmad Begab,Ini miskin ekstrim yang diakibatkan oleh bantuan Covid-19 yang lalu maka berbondong- bondong memasukan data miskin ekstrim dan data ini wajib kita sepakati nanti bersama -sama dengan ibu kepala puskesmas , bersama – sama dengan pak KUA , kenapa? karena dampaknya ini terhadap Catin ( Calon Pengantin) .

Kita ada 8 orang anak stunting dimana didesa bandur picak kemarin kita menjumpai ada sebanyak 4 orang anak stunting dan sebenarnya pemerintah sudah benar karena telah memberikan makanan berbasis lokal seperti susu , makanan tambahan tetapi terkadang susahnya dari perilaku orang tuanya yaitu ibunya , orang tuanya yang tidak mau mempedulikan anaknya.

” Dikasih makanan oleh kader posyandu diantar kerumah tatapi tidak diberikan kepada anaknya padahal sudah diberikan gratis oleh pemerintah dan seharusnya orang tua memberikan anaknya makanan tersebut , jadi orang tuanya itulah yang menjadi masalah, kata Ahmad Begab dengan nada kesal.

BACA JUGA :   Lapas Cibinong Gelar Razia Jelang Hari Bhakti Pemasyarakatan 

Orang nomor satu dikecamatan koto kampar hulu ini menambahkan, Dari 4 orang yang kami survei kemarin , yang pertama orang tuanya berjualan dan ketika anaknya mau makan anak dikasih makan mie atau makanan cepat saji , kenapa anak sekecil itu dikasih makan mie serta minuman sejenis teh gelas maupun minuman merk terpedo.

” Jadi bukan salah pemerintah , bukan salah anak dilahirkan tetapi ibunya yang kurang ajar, kenapa kami sampaikan sedikit kasar karena pemerintah sudah begitu banyak memberikan support dan kami berharap melalui pak kades, melalui perangkat desa agar betul – betul melihat anak – anak yang terindikasi stunting ini.

Stunting itu bukan karena makanan saja tetapi tempat tinggal yang kumuh atau tidak bersih juga sangat mempengaruhi dan kami sudah menasehati bahkan kami sudah memberikan ultimatum kalau memang ibunya tidak bisa mensehatkan anaknya kami bisa memberikan surat pindah kekampungnya kalau dia pendatang

” Karena kita sudah membantunya untuk memberikan makanan tambahan , memang kita agak keras karena kalau tidak keras dia akan terus menyiksa kepala desa, menyiksa kepala puskesmas, menyiksa camat dan menyiksa bupati setiap harinya .

Kendala kita sekarang ini adalah kesadaran orang tua , yang disalahkan pemerintah juga dan mari kita bersama – sama menjaga seluruhnya , terutama pak kades yang tahu warganya yang perlu dibina sehingga desa itu bebas dari Stunting.

Diakhir sambutannya Ahmad Begab meminta kepada pendamping PKH agar sebanyak 8 orang anak yang terindikasi stunting kalau tidak masuk didata PKH supaya dimasuk.

” Saya minta kepada pendamping PKH untuk mendata 8 orang anak yang terindikasi stunting ini dan kalau tidak masuk kedalam bantuan program keluarga harapan agar dimasukkan, pinta Ahmad Begab sambil mengakhiri sambutannya.

BACA JUGA :   Anggota Koramil 16/Tapung Laksanakan Goro Bersihkan Gereja di Desa Gading Sari

Pantauan reportaseindonesia.id ditempat acara,Usai sambutan camat koto kampar hulu dilanjutkan pemaparan Satgas Stunting kabupaten Kampar dan acara berjalan dengan lancar hingga acara selesai.

Penulis: Hargono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *