Ditetapkan Tersangka Kasus Bau Ikan Asin, Ternyata Ada Kasus Penipuan Nunggu Rey dan Baplo

Jakarta,reportaseindonesia.id | Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwon mengungkapkan, penyidi sempat menggeledah rumah dua tersangka kasus bau ikan asin yakni Suami Rey dan Pablo Benua.

Penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti berupa alat kamare untuk merekam konten video tersebut. Naasnya, bukan alat perekam yang ditemukan justru puluhan tumpukan STNK ditemukan di kediamam tersangka di Bogor.

“Kemudian juga bahwa dalam penggeledahan di dalam rumahnya tadi kita menemukan puluhan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK),” ungkap Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (11/7).

Namun setelah dilakukan cek in ricek oleh penyidik Ditreskrimum ternyata STNK itu palsu.

“Setelah kita cek ternyata di Ditreskrimum ada laporan penipuan dan penggelapan kendaraan,” beber Argo.

Menurut Argo, dari hasil penyelidikan, pelaporan penggelapan kendaraan itu terjadi pada tahun 2017. Kini kasus tersebut kembali akan diusut.

“Dengan terlapor Pak Baplo. Itu dilaporin sekita tahun 2017 . Jadi kita juga mengecek. Semuanya kita  cek ini ricek,” beber Argo.

Diketahui, dalam kasus ini, ketiga pembuat video bau ikan asin sudah ditetapkan menjadi tersangka. Kini kedunya telah dilakukan pemeriksaan 1 kal 24 jam untuk menentukan ditahan atau tidaknya.

Diketahui, Galih diperiksa penyidik pada Jumat 5 Juli lalu. Pemeriksaan itu berlangsung selama 13 jam dan Galih dicecar 46 pertanyaan terkait video yang dilaporkan oleh Fairuz.

Kemudian, pada Senin 8 Juli Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menyebut Galih Ginanjar telah mengakui pernyataannya. Motifnya, adalah untuk mempermalukan mantan istrinya Fairuz. (agus)

BACA JUGA :   1 Unit Rumah Didesa Tanjung Bungo Ludes Dilalap Sijago Merah Diduga Akibat Konsleting Listrik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

11 − seven =