PT. Padasa Enam Utama Kokar Diduga Langgar PP No 38 Tahun 2011 dan Kepres RI No 32 Tahun 1990 Tentang Sempadan Sungai

PT. Padasa Enam Utama Kokar Diduga Langgar PP No 38 Tahun 2011 dan Kepres RI No 32 Tahun 1990 Tentang Sempadan Sungai

Kampar,reportaseindonesia.id | Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Padasa Enam Utama Kebun Koto Kampar ( Kokar ) yang terletak diwilayah Kecamatan Koto Kampar Hulu,Kabupaten Kampar,Provinsi Riau Diduga Langgar PP ( Peraturan Pemerintah) Nomor 30 tahun 2011 dan Keputusan Presiden ( KEPRES ) RI Nomor 32 tahun 1990 Tentang Sempadan Sungai.

Pasalnya, Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Padasa Enam Utama Kokar tersebut menanam pohon kelapa sawitnya dipinggir kanan serta kiri bibir disepanjang sungai Takus hanya berjarak lebih kurang 5 meter sampai 7 meter saja dan kuat dugaan perusahaan PT.Padasa Enam Utama Kokar ini telah melanggarnya Tata Ruang Wilayah ( TRW ) yang berdampak terhadap kelangsungan Ekosistem lingkungan terutama Ekosistem sungai.

Diketahui bahwa berdasarkan PP ( Peraturan Pemerintah) Nomor 38 tahun 2011 Tentang sempadan sungai harus ada Bufferzonenya atau Penyanggahnya Daerah Aliran Sungai atau DAS tidak boleh ditanam Sawit dari jarak bibir sungai Minimal 100 meter.
Sedangkan Keputusan Presiden ( Kepres )RI Nomor 32 Tahun 1990 yang berbunyi bahwa Area Sempadan Sungai tidak boleh ada Aktivitas baik Pemukiman,Perkebunan,Industri dan lain- lainnya.
” Bagi sungai kecil batas Sempadan sungai adalah 50 meter, sementara bagi sungai besar batas sempadannya adalah 100 meter.

” Setelah kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa perusahaan kelapa sawit PT. Padasa Enam Utama Kebun Koto Kampar ( Kokar) Diduga kuat menanam pohon kelapa sawit dipinggir kanan /kiri dibibir sepanjang sungai Takus didalam areal perkebunannya cuma berjarak lebih kurang 5 meter sampai 7 meter dan Saya selaku anggota LSM ( Lembaga Swadaya Masyarakat ) LIRA ( Lumbung Informasi Rakyat ) Kampar bersama Media Online reportaseindonesia.id langsung turun kelapangan untuk melakukan Investigasi sebagai bentuk menindaklanjuti Laporan masyarakat tersebut.

Namun Fakta dilapangan setelah kami selusuri bahwa laporan dari masyarakat tersebut benar adanya dimana pihak perusahaan PT. Padasa Enam Utama Kokar Diduga kuat Langgar PP Nomor 38 tahun 2011 serta Kepres RI Nomor 32 Tahun 1990 Tentang Sempadan Sungai atau telah melakukan pelanggaran Tata Ruang Wilayah yang berdampak terhadap kelangsungan Ekosistem Lingkungan terutama Ekosistem sungai.

” Karena PT. Padasa Enam Utama Kokar menanam sawitnya hampir disepanjang bibir kanan / kiri sungai Takus cuma hanya berjarak lebih kurang 5 meter sampai 7 meter saja, padahal PP Nomor 38 Tahun 2011 maupun Kepres RI Nomor 32 Tahun 1990 bahwa tidak diperbolehkan ditanam Sawit dari jarak bibir sungai Minimal 100 meter dan artinya PT. Padasa Enam Utama Kokar telah melanggar aturan main pemerintah, beber salah seorang Anggota LSM LIRA Kampar, Zamri Domo menuturkan kepada reportaseindonesia.id dilapangan,senin (2/12/2019).

Zamri – begitu sapaannya – menambahkan, Awalnya kita tadi masuk diareal Afdeling 1 PT. Padasa Kokar dimana kita menemukan penanaman pohon kelapa sawit dibibir kanan dan kiri pinggir sungai kecil sangat dekat didaerah aliran sungai kecil tersebut cuma berjarak lebih kurang 1 meter sampai 2 meter saja.

Selanjutnya kita melakukan penelusuran diarea Sempadan sungai Takus mulai dari jembatan dekat areal Pabrik hingga sampai keareal Afdeling 2 tepatnya daerah dekat jembatan besi dimana kami juga memantau bahwa dibibir kanan dan kiri pinggir sempadan sungai Takus tersebut faktanya juga ditanami sawit dengan jarak cuma lebih kurang 5 meter sampai 7 meter.

” Saat kita tadi menelusuri sempadan dialiran sungai Takus serta kita bertemu seorang lagi menyabit rumput untuk makanan kambingnya dan saat kita tanya apakah memang betul disepanjang sungai takus ini ditanami sawit oleh pihak perusahaan lalu beliau mengatakan iya sehingga kita pun terus menelusuri hingga sampai jejembatan besi yang berada di Afdeling 2 , jelas Zamri Domo ini.

Lebih lanjut dikatakannya, Setelah kita mendapatkan bukti Visual berupa Foto terkait penanaman sawit dibibir kanan dan kiri pinggir Sempadan sungai yang diduga kuat telah melanggar aturan pemerintah.

Lalu kita mencoba untuk menemui ADM PT. Padasa Enam Utama( Kokar ), Indra Putra dikantornya guna untuk mengkonfirmasi tetapi sangat disayangkan salah seorang security dipos penjagaan mengatakan kepada kami bahwa pak ADM tidak ada dikantor karena sudah keluar kelapangan.

” Saat dihubungi Via Telepon Selularnya Indra Putra tidak mau mengangkat teleponnya dan ketika di SMS ADM PT.Padasa Enam Utama ( Kokar )ini juga tidak membalas, pungkasnya.

Penulis : Hargono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three + 13 =